Beranda Kampusiana PMKRI Ruteng Kecam Aksi Penganiayaan di Sabu Raijua

PMKRI Ruteng Kecam Aksi Penganiayaan di Sabu Raijua

308
0
Berbagai sumber

Ruteng, Florespost.co– Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng turut mengecam aksi penganiayaan di Kabupaten Sabu Raijua, NTT pada 13 Desember 2016 lalu.

Aksi penganiayaan oleh pria berinisial IR itu telah melukai sedikit 7 siswa SDN 1 Sabu Barat, Kecamatan Sabu Barat-Sabu Raijua. Mereka dianiaya tanpa salah di bagian leher dan pipi dengan menggunakan sebilah pisau oleh pelaku IR. “IR telah melawan adab. Sebab, kekerasan itu melawan adab, dan aksi kekerasan merupakan aksi biadab,” tegas Kristian Nanggolan, Ketua Presidium PMKRI Ruteng kepada media ini, Kamis, (15/12/2016).

PMKRI menilai, aksi penganiayaan oleh IR ini tidak dapat dibenarkan. Apalagi, korban kekerasan merupakan anak-anak SD yang tidak bersalah. “Anak-anak yang menjadi penerus bangsa menjadi tumbal keangkuhan dari pelaku. Situasi genting yang mencuat di Sabu Raijua pun berimbas dalam skala regional NTT. Berbagai isu miring bertebar ria,” katanya.

Kristian menyatakan sebagai organisasi kepemudaan, PMKRI Cabang Ruteng meminta masyarakat Manggarai Raya untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Terutama, dalam menanggapi dan menyikapi isu-isu yang berpotensi mengganggu kehidupan bersama. “Semua stake holder, kita ajak untuk bergandeng tangan dan bahu-membahu menantang ketidakadilan maupun provokasi yang mengadu domba masyarakat,” pinta alumnus STKIP Ruteng itu. Selain itu, kata dia, masyarakat diharapkan agar menyaring terlebih dahulu berbagai isu perpecahan yang disebarkan oknum yang tak bertanggung jawab.

PMKRI juga berharap agar pengguna media sosial (medsos) lebih arif dan bijaksana dalam memposting kejadian-kajadian yang berpotensi mengganggu toleransi antar umat beragama. “Pengguna media sosial pun diharapkan untuk tidak menyebarkan berita hoax, yang tak jelas sumber dan keakuratan datanya,” kata Kristian.

Informasi yang dihimpun, usai dianiaya pelaku IR ke-7 orang siswa SDN 1 Sabu Barat itu langsung dirawat di Puskesmas Sabu Barat. Sejauh ini tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.  Meski para korban mengalami luka robek di bagian pipi dan leher. Kejadian itu, bermula ketika jam pelajaran sedang berlangsung sekitar pukul 08.47 Wita. Saat itu, pelaku IR datang memasuki ruangan kelas V SDN 1 Sabu Barat sambil memegang sebilah pisau. IR langsung menuju ke bangku belakang dan mendekati seorang siswi yang bernama Naomi Oktoviani Pawali (11). Ia langsung memutar wajah anak tersebut dan menggorokkan pisau yang sementara dipegang ke leher Naomi. Tak lama berselang, aksi IR memicu reaksi warga.  IR akhirnya tewas setelah dikeroyok oleh sekelompok orang di ruang tahanan kepolisian setempat. (RA)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here