Beranda Hukrim Florata Jaksa Bidik Dugaan Korupsi Proyek Gedung Inspektorat Matim

Jaksa Bidik Dugaan Korupsi Proyek Gedung Inspektorat Matim

1421
0
FOTO: Ilustrasi (Ist)

Ruteng, Florespost – Mengawali Tahun 2017, Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai membidik dugaan korupsi pada proyek pembangunan gedung Kantor Inspektorat Kabupaten Manggarai Timur.

Langkah Kejari Manggarai diketahui awak media dengan hadirnya tiga orang yang berkaitan dengan proyek tersebut pada Jumat (6/1). Hadir lebih awal pada Jumat pagi yakni Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Manggarai Timur, Laurens Loni. Laurens berperan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek yang didanai APBD II senilai Rp 1.944.880.000 itu. Laurens yang mengenakan celana hitam dan kemeja putih yang dibalut jaket warna hitam itu menjalani pemeriksaan di ruangan Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus). Ia diperiksa oleh Kasi Pidsus Ida Bagus Putu Widnyana.

Selang beberapa saat kemudian, datang seorang pria yang belum dikenal awak media. Belakangan, ia diketahui sebagai Konsultan Perencana proyek tersebut. Ia juga diperiksa Ida Bagus Putu Widnyana di ruangan yang sama. Namun sesekali ia terlihat keluar masuk ruangan staf Pidana Khusus. Jumat siang, seorang pria yang kemudian diketahui bernama Firman tiba di kantor Kejari. Ia berperan sebagai Tenaga Ahli proyek tersebut. Setelah hampir satu jam menunggu, ia pun menjalani pemeriksaan oleh Kepala Seksi Intel Agus Zaeni.

Pihak Kejaksaan Negeri Manggarai enggan memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan yang menunggu proses pemeriksaan ketiga orang tersebut. Mereka berdalih, adanya regulasi yang melarang pihak kejaksaan untuk mempublikasikan penanganan kasus tindak pidana korupsi sebelum tahap penetapan tersangka.

“Ini baru pemeriksaan pertama. Maaf, kami belum bisa menjelaskan kepada wartawan karena ada aturan yang harus kami taati,” ujar Ida Bagus. Namun Laurens yang sempat meladeni wartawan saat istirahat siang mengaku jika dirinya dipanggil untuk memberikan klarifikasi terkait proyek pembangunan gedung Kantor Inspektorat Kabupaten Manggarai Timur.

“Saya dipanggil untuk klarifikasi hal-hal yang dulu sempat diberitakan oleh teman-teman di media. Ada beberapa bagian yang rusak. Tapi sudah diperbaiki,” ujarnya. Laurens mengatakan dirinya juga meminta jaksa untuk bersama-sama meninjau gedung yang dipersoalkan itu agar jaksa juga mengetahui kondisi sebenarnya.

Baca : Kejari Manggarai Diminta Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jengok – Lehong

Sementara Tenaga Ahli yang diketahui bernama Firman sebelum menjalani pemeriksaan mengatakan dalam pelaksanaannya, proyek tersebut mengalami perubahan kontrak karena adanya kondisi lapangan yang perlu disesuaikan. Ia mengatakan kondisi lokasi proyek terdapat semacam cekungan sehingga harus melakukan penggalian fondasi lebih dalam untuk mendapatkan lapisan tanah yang kuat. “Dalam perencanaan awal kan kedalaman fondasi hanya 1,7 meter. Setelah digali jadinya sampai empat meter. Itu baru kedalamannya, belum lagi lebar bagian bawah fundasinya,” ujarnya.

Untuk diketahui, proyek tersebut dikerjakan oleh Kontraktor Pelaksana CV Tiga Putra Sejati. Beberapa waktu lalu, sejumlah media memberitakan proyek tersebut diduga dikerjakan asal jadi. Ada beberapa hal yang menimbulkan dugaan tersebut. Antara lain, adanya kerusakan lantai dan atap sink yang tidak panjang sehingga air hujan membasahi jendela hingga ruangan kantor. (AK/Florespost)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here