Beranda Headline Kena Bacokan, Stanislaus Pun Bersimbah Darah

Kena Bacokan, Stanislaus Pun Bersimbah Darah

11988
2
Korban pembacokan Stanislaus Jehanu (60), Selasa (30/1) (Foto/Florespost.co)

Ruteng, Florespost.co – Lagi-lagi peristiwa pembacokan terjadi di Lingko Cimpo Koe, Kampung Robo, Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, pada Selasa, 31/1, pukul 10:13 wita.

Peristiwa ini terjadi antara korban Stanislaus Jehanu (60) dan pelaku Kasianus Matu (64) tegal aliran air dari selokan menuju area persawahan.

Berdasarkan informasi dari Humas Polres Manggarai Iptu Daniel Djihu kepada media ini, bahwa benar korban dibacok. Pelaku pembacokan adalah Kasianus Matu (64).

Kronologis kejadian peristiwa pembacokan ini berawal dari sebuah teguran yang dilontarkan oleh korban kepada pelaku. Korban menegur pelaku karena menutup selokan air yang mengalir ke area persawahan. Pelaku pun menjawab, biar airnya tidak terlalu banyak keluar dan masuk ke persawahan.

Karena jawaban pelaku seperti itu, korban pun memarahi pelaku dengan semprotan kata kasar dan korban langsung memukul pelaku dengan bambu dan ditangkis oleh pelaku. Kemudian pelaku memotong kayu yang ada di sekitar TKP dan langsung memukul korban. Korban menangkis pukulan pelaku dengan menggunakan bambu.

Selanjutnya pelaku mencabut parang miliknya dari dalam sarung dan menyerang korban ke bagian arah wajah namun ditangkis oleh korban. Kemudian pelaku menebas bagian belakang leher kepala korban. Akibat tebasan pelaku korban mengalami luka berat pada bagian leher belakang, kaki kanan dan jari telunjuk tangan kanan putus.

Sementara itu berdasarkan keterangan saksi Yohanes Beterai (48), kepada media ini menjelaskan bahwa sebelum melihat korban saksi sempat bertemu pelaku sekitar sepuluh menit sebelumnya. Kemudian saksi mendengar ada terikan minta tolong. “Saya mendengar hembusan nafasnya mendesah pelan hampir habis. Karena panik, saya pun langsung menelpon saudari kandung korban. Sepuluh menit kemudian keluarganya datang dan kami langsung mengantarnya ke Rumah Sakit Umum dr. Ben Mboi Ruteng”, jelas Yohanes.

Dari TKP ditemukan barang bukti berupa satu ruas jari telujuk kanan dari korban, kayu jenis gamal dua buah,  1 buah uah kayu bambu, dan satu buah parang dengan sarungnya.

Saat ini Polres Manggarai sedang melakukan Olah TKP yang dipimpin oleh Ka SPKT III Aiptu Seltus Tamat beserta Kapospol Wae Rii Aiptu Jonatan T. Lembang. (Yuga/Florespost.co)

2 KOMENTAR

  1. Mungkinasus ini butuh perhatian khusus dari pemda setempat, karna sebelumnya juga kejadian yang serupa di kampung ranggi kec,wae ri’i beberapa tahun lalu,
    Klo bisa usulkan ke pusat bikin bendungan yang besar, biar ga ada korban lagi gara2 rebut air.
    Banyak program proyek bendungan untuk wilayah NTT tahun ini, program ini langsung dari Bpk presiden.
    Tolong masalah ini di sampaikan kepada kepala balai bendungan NTT di kupang.

  2. Untuk tahun 2017 sudah ada proyek “Studi Potensi & Kelayakan Bendungan di Wilayah Sungai Flores” yang di keluarkan oleh Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara Timur, jadi mohon untuk pemda Khususnya di Manggarai untuk mengusulkan Potensi-Potensi untuk bendungan yang ada di Manggarai supaya bisa di usulkan dan di tindaklanjuti oleh Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara Timur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here