Beranda Kampusiana Perang Mulut Pendemo Dengan Polisi

Perang Mulut Pendemo Dengan Polisi

340
0
Belasan anggota GMNI Manggarai melakukan unjuk rasa, Kamis (2/3) (Foto : Florespost.co)

FLORESPOST.CO, Ruteng – Belasan mahasiswa dari organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Manggarai sempat ‘perang mulut’ dengan aparat Kepolisian, saat  menggelar aksi demo di Mapolres Manggarai, Kamis (2/3).

Pantauan Florespost.co, kejadian ini bermula ketika para pendemo meminta aparat kepolisian yang mengawal jalannya demo agar diberikan ruang dan waktu untuk berdialog dengan Kapolres Manggarai.

Permintaan para pendemo tersebut tidak bisa dipenuhi lantaran Kapolres sedang tidak berada di tempat. Jawaban pihak kepolisian tersebut tidak memuaskan mereka.

Pendemo berdalih bahwa secara struktural  jika Kapolres berhalangan maka pimpinan sementara bisa didelegasikan pada pimpinan lainnya. “Jika Kapolres tidak ada di tempat, khan bisa didelegasikan ke pimpinan lain seperti Humas”, kata mereka.

Wakapolres Manggarai Kompol Tri Joko yang mendatangi mahasiswa menegaskan kalau dirinya juga tidak bisa mengambil keputusan dan menjelaskan tentang persoalan yang disuarakan para pendemo.

Situasi sempat memanas ketika “perang mulut” antara pendemo dengan Wakapolres tidak bisa dihindari karena masing-masing mempertahankan argumentasinya.

Untuk menghindari benturan fisik yang tidak diperlukan, Wakapolres Manggarai Tri Joko mengambil langkah dengan mengajak salah seorang pendemo masuk ke bagian Pos Pelayanan Polres Manggarai untuk bernegosiasi.

Hasilnya, pendemo sepakat untuk membubarkan diri, namun dengan catatan mereka akan tetap mendatangi Mapolres dan menuntut untuk berdialog langsung dengan Kapolres terkait persoalan yang diangkat para pendemo.

Setelah melakukan orasi di Mapolres, para pendemo melanjutkan aksinya di Kantor Kejaksaan Negeri Manggarai dan diterima langsung oleh Kajari Agus Riyanto, S.H..

Kajari Manggarai meyakinkan mereka bahwa setiap kasus yang ditangani kejaksaan pasti ditindaklanjuti.

“Jika ada indikasi bermasalah tentu akan ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku, dengan melibatkan pihak lain seperti kepolisian”, kata Kajari Agus Riyanto.

Pendemo dari organisasi GMNI Cabang Manggarai melakukan aksinya hari ini terkait dugaan bermasalahnya pembangunan gedung RSUD Kabupaten Manggarai Timur. (Adi Nembok).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here