Atasi Sampah Di Reo, BUG Siap Kerja Sama Dengan Pemerintah Kecamatan Reo

oleh
Pimpinan Bandung Utama Group Manggarai, Felix saat bertemu Camat Reo, Kanisius Tonga, Jumat (16/3/2017) (Foto : Florespost.co)

FLORESPOST.CO, Ruteng – Permasalahan sampah memang tak akan pernah berakhir.  “Ada sampah, ada kehidupan, tidak ada sampah maka tidak ada kehidupan”. Ini merupakan fakta yang sukar dipungkiri. Demikian pernyataan Felix sebagai pimpinan  dari Bandung Utama Grup (BUG), kepada media ini, saat bertemu Camat Reo Kanisius Tonga di Kantor Camat Reo, Jumat (17/03/2018).

Pada kesempatan tersebut Felix menyampaikan bahwa dalam perencanaannya, BUG akan menjalin kerja sama dengan pihak Pemerintah Kecamatan Reo untuk  mengelola sampah di Kecamatan Reo.

Terkait dengan pengalamannya dalam mengelola sampah, Felix mengatakan bahwa dirinya sudah 10 tahun berpengalaman dalam hal mengelola sampah.

Dari hasil olahan sampah organisasinya, lanjut Felix, telah menghasilkan sejumlah dana sebesar 1 miliyar lebih yang murni hasil dari mengolah sampah.

“Organisasi saya sudah menghasilkan dana sebesar 1 milyar lebih yang murni hasil olahan sampah”, ungkap Felix.

Motivasi

Ditanya apa yang menjadi motivasinya mengelola sampah,  Felix menyampaikan bahwa dirinya ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa sampah itu memiliki nilai ekonominya,  sekaligus rasa prihatin terhadap lingkungan yang tercemar terutama lingkungan pantai dan sungai yang penuh dengan sampah.

“Sampah itu memiliki nilai ekonominya, dan saya prihatin dengan sungai dan laut yang tercemar karena sampah yang begitu banyak”, ungkap Felix.

Tetapi yang menjadi beban atau pesimis bagi saya nantinya, terang Felix, adalah terkait tenaga kerja, karena mereka belum lihat hasil dan programnya seperti apa, jadi mereka menganggap dirinya hina karena kerja di tempat sampah.

TPA Reo

Camat Reo Kanisius Tonga, saat dijumpai media ini di rumah dinas Camat Reok, membenarkan mengenai rencana pihak Bandung Utama Grup tersebut untuk mengelola sampah di Reo.

Sebagai camat di Kecamatan Reo, lanjut Kanisius Tonga, dia menyepakati hal tersebut untuk menata dan menciptakan Kota Kecamatan Reo sebagai sebuah kota kecamatan yang bersih, nyaman dan bebas sampah .

Bahwa saat ini belum ada lahan kosong untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di Kecamatan Reok. Untuk itu BUG, kata Felix, siap bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Reok untuk menetapkan lokasi TPA sampah.

Felix mengatakan bahwa dirinya telah bertemu dengan berbagai pihak terkait dan menawarkan lahan pribadi milik BUG seluas 2 hektar untuk dipergunakan sebagai TPA Sampah di Kecamatan Reok.

Pengolahan sampah yang baik dan benar, kata Felix, dapat menciptakan kota kecamatan yang bersih, di sisi lain dapat menyerap tenaga kerja yang ada di Kecamatan Reo. (Yuga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *