Beranda Diaspora Komunitas Ksatria Nuca Lale Manggarai-Malang Gelar Seminar Budaya

Komunitas Ksatria Nuca Lale Manggarai-Malang Gelar Seminar Budaya

2328
1
Komunitas Ksatria Nuca Lale menggelar seminar “Peran Mahasiswa Dalam Melestarikan Budaya Manggarai”, Aula Sarwakirti – Universitas Kanjuruhan Malang, Selasa, 28 Maret 2017 (Foto : Yergo Arnaf/Florespost.co)

FLORESPOST.CO, Malang – Usaha merawat eksistensi budaya lokal Manggarai tak hanya tampil dalam bentuk-bentuk atraksi seperti pertunjukan caci dan tarian adat lainnya. Beragam cara kreatif dapat diramu. Menciptakan sebuah pemahaman kolektif terkait nilai-nilai budaya lokal. Salah satunya lewat forum-forum dialog budaya.

Kreativitas itu yang baru saja dikemas oleh Komunitas Ksatria Nuca Lale, sebuah grup studi mahasiswa Manggarai di Kota Malang yang intens mengkaji dan membahas persoalan budaya lokal serta aktif menggelar atraksi budaya Manggarai dengan mengadakan seminar budaya pada Selasa, 28 Maret 2017 bertempat di Aula Sarwakirti – Universitas Kanjuruhan Malang.

Dengan mengusung tema “Peran Mahasiswa Dalam Melestarikan Budaya Manggarai”, forum seminar tersebut penuh “sesak” dengan antusiasme peserta untuk berdiskusi dan berbagi pandangannya mengenai fenomena persoalan budaya di Manggarai saat ini. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Manggarai yang tengah menempuh studi di kota Malang dan orang tua Manggarai di kota Malang.

Erno Halu, selaku ketua pelaksana seminar budaya dalam sambutannya menyampaikan gempuran arus globalisasi dan teknologi serta apatisme kaum muda terhadap keberadaan budaya lokal Manggarai adalah beberapa fakta persoalan yang melatari diselenggarakannya seminar budaya ini.

“Laju globalisasi dan teknologi tanpa disadari berdampak pada keberadaan budaya lokal Manggarai. Nilai-nilai budaya pun semakin tergerus oleh budaya asing. Pada saat yang sama, mental apatisme mahasiswa sebagai generasi muda terhadap nilai-nilai budaya semakin kuat. Budaya lokal hampir kehilangan masa depannya. Karena persoalan itulah maka seminar budaya ini diadakan”, ujar Erno.

Ia pun menegaskan tujuan diselenggarakannya seminar budaya ini yaitu untuk mempersatukan mahasiswa Manggarai di kota Malang dan juga sebagai media pembelajaran agar generasi muda tetap mampu menjaga dan merawat nilai-nilai budaya lokal Manggarai.

“Seminar budaya ini bertujuan selain menjadi sarana untuk merangkul dan mempersatukan seluruh mahasiswa Manggarai, juga bertujuan agar mahasiswa sebagai generasi masa depan daerah dan bangsa mampu menjaga dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal di era globalisasi sekarang ini”, ungkap Erno yang juga merupakan mahasiswa di Universitas Kanjuruhan tersebut.

Hadir sebagai pembicara dalam kegiatan ini yaitu Ino Dangku, rohaniawan Keuskupan Ruteng dan Laurentius Ni. Keduanya merupakan Dosen STKIP St. Paulus Ruteng yang sedang mengambil program doktoral di Kota Malang.

Dalam paparannya, Laurentius Ni menjelaskan pengaruh perkembangan IPTEK yang berdampak pada terjadinya pergeseran nilai-nilai budaya lokal Manggarai.

“Perkembangan zaman berupa keberadaan teknologi komunikasi tentu tak bisa dihindari. Pengaruh teknologi  komunikasi, kebiasaan interaksi orang Manggarai dahulu yang mengandung kekayaan nilai-nilai luhur kini semakin hilang. Tapi generasi muda merupakan aktor kunci. Sebab merekalah generasi pewaris budaya lokal”, jelas Laurentius

Sementara Ino Dangku menyoroti pengaruh globalisasi dan kapitalisme dewasa ini yang kemudian menyeret sebagian besar orang Manggarai ke dalam krisis identitas sebagai manusia Manggarai. Situasi ini menurutnya menjelma menjadi gejala demanggaraisasi. Karena itu ia menekankan pentingnya upaya revitalisasi budaya Manggarai terutama di kalangan generasi muda.

“Generasi muda tidak cukup mewariskan budaya tetapi perlu mempelajari, menggali serta menghidupkan kembali nilai-nilai filosofis budaya lokal Manggarai. Dengan begitu mereka menyambut kemajuan tanpa kehilangan identitas”, tegas Ino

Para peserta seminar terlihat sangat aktif menyimak penjelasan yang diberikan para pemateri. Melalui seminar budaya ini, diharapkan agar mahasiswa sebagai generasi muda mampu membangun kepribadian budaya dengan sungguh-sungguh mempelajari nilai-nilai budaya lokal Manggarai. (Kontributor : Yergo Arnaf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here