Beranda Hukrim Florata Kronologi dan Pengakuan Ayah Mahasiswi Korban Bunuh Diri

Kronologi dan Pengakuan Ayah Mahasiswi Korban Bunuh Diri

4139
8
Keterangan pers Kapolres Manggarai, AKBP. Marselinus, M.Pd, melalui Kasubag Humas Polres Manggarai IPDA. Daniel Djihu terkait meninggalnya korban almh Yunarsi Yasinta, di Ruteng, Kamis (30/3/2017). (Foto : Florespost.co)

FLORESPOST.CO, Ruteng – Yunarsi Yasinta (21), yang akrab dipanggil Yuna meregang nyawa di kostnya yang terletak di Gang Hotel Rima, Tenda, Kelurahan Tenda, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, NTT.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Manggarai, AKBP. Marselinus M.Pd, melalui Kasubag Humas Polres Manggarai IPDA. Daniel Djihu kepada wartawan Florespost.co di Ruteng, Kamis (30/3).

Baca : Tragis, Mahasiswi STIKES St. Paulus Ruteng Ini Ditemukan Tewas Bunuh Diri

Djihu menambahkan kronologi bunuh diri korban Yuna, anak ke-6 dari 7 bersaudara dari pasangan bapak DD dan ibu RN sebagai berikut :

Kronologi

Sekitar pukul 10.00 wita, dua orang teman korban berinisial HN dan TN (para saksi) datang ke kos korban hendak mengajak korban sama-sama pergi kuliah.

Setibanya di kamar kos korban kedua saksi mendapati pintu kos korban dalam keadaan terkunci sehingga saksi mengetuk pintu kos korban namun tidak ada respon sehingga saksi mengintip melalui celah jendela yang masih terkunci dan melihat korban sudah tergeletak di lantai. Melihat hal tersebut saksi kemudian meminta bantun warga sekitar untuk mendobrak pintu kamar kos korban.

Setelah pintu kamar kos korban berhasil dibuka kedua saksi bersama warga mendapati korban dalam keadaan meninggal dunia dan saksi langsung melaporkan hal tersebut ke Polres Manggarai.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Pukul 10.30 wita anggota identifikasi dan piket Intelkam Polres Manggarai dipimpin oleh Kasat Intelkam Polres Manggarai IPTU YUAN IRSYADY, S.IK mendatangi TKP dan langsung melakukan olah TKP dan pulbaket.

Dari hasil olah TKP ditemukan korban telah meninggal dunia dimana pada leher korban masih terikat kain panjang berukuran 3 meter dan kondisi jenasah sudah terbujur kaku.

Barang bukti yang diamankan dari TKP antara lain Note book yang masih dalam keadaan hidup, Hand Phone dan hasil pemeriksaan kandungan ( USG) yang menerangkan korban positif hamil 3 – 4 bulan.

Setelah dilakukan olah TKP korban langsung dibawa ke RSUD dr. Ben Mboi Ruteng guna dilakukan visum et repertum.

Sampai dengan laporan ini dibuat proses Visum terhadap korban masih berlangsung.

Dugaan sementara, korban meninggal dunia, lanjut Djihu, karena gantung diri namun perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut  untuk mengungkap secara pasti penyebab kematian korban karena walaupun pada leher korban terikat kain putih namun didapati korban tergeletak di lantai.

“Dalam lembaran hasil USG tertanggal 4 Maret 2017 dijelaskan korban positif hamil dan diperkirakan proses kelahiran pada bulan september 2017” jelas Djihu.

Baca : Pesan Terakhir Mahasiswi STIKES St. Paulus Ruteng Sebelum Bunuh Diri

Pengakuan orang tua dan sepupu korban

Media ini berhasil bertemu ayah kandung korban Yuna.

Menjawab pertanyaan media apakah korban pernah mengeluh atau menceritakan suatu persoalan yang sedang dialaminya, ayah korban Yuna mengaku bahwa anaknya tidak pernah mengeluh.

Dia berjumpa anaknya pertengahan bulan Maret ini saat korban pulang liburan semester, saat korban pulang selain untuk liburan juga meminta uang regitrasi semester.

Ayah korban menerima peristiwa ini dengan lapang dada.

Di tempat yang sama, kepada media ini, sepupu korban atas nama Hilarius Yuta, yang juga satu kampus dengan korban Yuna menjelaskan bahwa kemarin Rabu (29/03/2017) dia bertemu Yuna di parkiran kampus.

Menurut Hilarius, wajah Yuna saat itu sangat pucat tetapi Hila tidak menegur korban Yuna yang tak melihat dirinya.

Bantuan Pemkab Manggarai

Atas kejadian ini, Pemerintah Kabupaten Manggarai menyampaikan turut berduka cita dan memberikan bantuan melalui Dinas BPBD Manggarai dan Camat Langke Rembong kepada keluarga korban berupa peti jenazah dan “wae lu’u” (uang duka). (Yos Syukur/Yuga).

8 KOMENTAR

  1. Semua org pux persoalan hidup, sangat miris e adik, kasihan yg ada dlm rahimmu tp sudalah.. Kami yg tdk tahu apa2 hax bisa meratapi nasibmu, dan semoga kau bahagia dgn pilihan hidupmu

  2. Komentar:bunuh diri dapat menyelesaikan masalah itu, sebuah pemikiran yang SANGAT SEMPIT.
    masih banyak cara yang harus ditempuh untuk menyelesaikan masalah tersebut.

  3. Yth, Bpk kapolres Manggarai.
    Dari jauh saya minta utk menyelidiki kasus ini, lebih dalam lagi, jangan hanya visum dan puas ata hasil tersebut. Perlu diketahui bahwa korban sdh tergeletak kaku dilantai,yg dalam tanda kutip meninggal dunia karena bunuh diri.
    Dan kain yg terikat dilehernya sepnjang 3 meter.
    Pertanyaan.x:
    * Apakah polisi yakin bahwa korban meninggal dunia karena gantung diri?
    *apakah kamar kos korban sudah diperiksa? (tempat ikat kain yg menjadi malapetaka bagi korban).
    *Telusuri tmn dekat korban (Pcr).

    Sekian, Terimakasih..

  4. turut berdukacita untuk keluarga korban. mungkin ada penyebab lain yang mengakibatkan korban bunuh diri. apalagi dengan ditemukan hasil USG.

Tinggalkan Balasan ke Onci Alfonzo Batal balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here