Beranda Unique Flores Adat dan Seni Budaya Umat Kaget, Histeris dan Menitikan Air Mata Ketika Yesus Mulai Dicambuk: Tablo...

Umat Kaget, Histeris dan Menitikan Air Mata Ketika Yesus Mulai Dicambuk: Tablo OMK Lumen Gratiae Katedral Ruteng

2837
0
Orang Muda Katolik (OMK) Lumen Gratiae Paroki Katedral mengadakan Tablo / Jalan Salib Hidup pada Jumat Agung di Paroki Katedral, Ruteng, Manggarai, NTT, JUmat (14/4/2017) (Foto : Florespost.co)

FLORESPOST.CO, Ruteng

“Ibu mana yang rahimnya tak pedih dan luka, jika melihat anaknya menderita. Tajuk tajuk mimpi sang perawan  membuahkan kenyataan paling rawan. Aku ini hamba Tuhan, Jadilah padaku menurut kehendakMu”

Peringatan  wafatnya Yesus Kristus oleh umat Kristiani di Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Jumat (14/04/2017) diwarnai dengan “tablo” atau jalan salib hidup yang diperankan oleh 40 orang  Orang Muda Katolik ( OMK) Lumen Gratiae Paroki Katedral.

Drama Tablo : Yesus Memanggul Salib

Ribuan umat yang mengikuti jalan salib dari tujuh paroki di kota Ruteng ini, memadati lapangan Motang Rua sejak pukul 05:30 wita, mengarahkan perhatiannya ketika para pelakon drama tablo Yesus dicium oleh seorang muridnya bernama Yudas Iskariot yang berkhianat terhadap Yesus yang dalam Tablo ini diperankan Oleh Eno Juna.

Tablo Yesus Memanggul Salib di Lapangan Motang Rua, Ruteng, Manggarai, NTT.

Drama jalan salib yang dimulai dengan lamentasi jam 06:00 wita, dipimpin oleh Romo Lian Angkur didamping oleh pastor paroki dari tujuh paroki di Keuskupan Ruteng.

Dalam perjalanan menuju bukit Golgota yang artinya Bukit Tengkorak, Yesus yang Lahir di Betlehem sempat jatuh tiga kali karena dicambuk oleh para algojo yang saat itu diperankan oleh Ano, Risky dan berapa kawan lainnya.

Tablo Yesus dicambuk para algojo, halaman Gereja Katedral Ruteng

Drama tablo ini berlangsung pada dua tempat yakni, peristiwa pertama sampai tiga di lapangan Motang Rua dan kedua terjadi di halaman depan Gereja Katedral Ruteng.

Dalam drama untuk memperingati Jumat Agung itu, bunyi suara cambuk dari para prajurit Romawi yang cukup keras kepada Yesus yang diperankan membuat sejumlah umat kaget dan histeris serta tidak sedikit yang menitikan air mata.

Yesus terus dicambuk Para Algojo, tablo.

Drama ini selain mengenang kejadian yang dialami Yesus 2000 tahun silam, juga mendekatkan umat akan penderitaan yang dialami Yesus yang diimplementasikan dalam kehidupan  bermasyarakat.

Dalam jalan salib hidup ini, Bunda Maria diperankan oleh Grace Amat.

“Ibu mana yang rahimnya tak pedih dan luka, jika melihat anaknya menderita. Tajuk tajuk mimpi sang perawan  membuahkan kenyataan paling rawan. Aku ini hamba Tuhan, Jadilah padaku menurut kehendakMu”, demikian kutipan Narasi yang dilakonkan oleh Grace Amat.

Yesus jatuh dan dicambuk oleh para algojo (Tablo Jalan Salib Hidup di Katedral Ruteng)

Umat yang umumnya menggunakan baju hitam dan kain songke Manggarai tampak khusuk  mengikuti jalan salib yang mengikuti 14 pemberhentian. Para pelakon dalam drama Tablo tersebut juga  menggunakan kain adat Manggarai.

Sutradara dari drama tablo ini, Armin Bell, mengatakan bahwa  para pelakon drama ini berlatih kurang lebih selama 3 minggu. Eno Juna yang berperan sebagai Yesus sudah kedua kalinya memerankan tokoh Yesus dalam jalan salib hidup.

“Para pelakon tablo ini berjumlah 40 orang, mereka latih kurang lebih selama 3 minggu. Sebagian besar pemeran itu pemain baru”, kata Armin Bell.

Armin mengatakan lebih lanjut bahwa semua palakon drama jalan salib tersebut semua menggunakan atribut songke karena dipentaskan di Manggarai, meski memakai konsep Romawi, tetapi semangat inkulturasi yang mengungkapkan bahwa Yesus itu ada dalam diri orang Manggarai.

Drama Tablo Yesus Disalibkan

Dengan menjalani jalan salib, umat diharapkan meneladani Yesus yang menjalani prosesi penyaliban-Nya dengan berserah penuh kepada Allah “Kenangkanlah bahwa Yesus tidak pernah mengeluh meski sempat terjatuh tiga kali saat dia memanggul salib yang berat“.

Umat katolik harus bisa menghormati makna penebusan dosa ketika disalibkan, sekaligus  mengamalkan teladan Yesus yang bersedia memanggul salib dalam hidup sehari-hari.

Yesus disalibkan, tablo

”Walaupun banyak rintangan dan hambatan, hendaklah kita bersyukur karena segala dosa kita telah ditebusNya dengan darah mulia”, demikian  isi narasi yang dibaca oleh Narator. (Yuga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here