Beranda Parlementaria Proyek Peningkatan Jalan Momol-Waning-Wae Ncuring Dipertanyakan Oleh Anggota Dewan, Ini Penjelasan PPK

Proyek Peningkatan Jalan Momol-Waning-Wae Ncuring Dipertanyakan Oleh Anggota Dewan, Ini Penjelasan PPK

462
1
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PU Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Yos Jemali, Jumat (21/4/2017), (Foto : Florespost.co)

FLORESPOST.CO, Labuan Bajo – Paket proyek peningkatan jalan lintas Momol-Waning-Wae Ncuring, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sempat dipertanyakan oleh anggota DPRD Mabar dari Fraksi Gabungan Keadilan saat menyampaikan pandangan umum fraksi di ruangan sidang DPRD Mabar, Rabu (19/04/2017).

Pertanyaan anggota dewan terhadap proyek tersebut berkaitan dengan anggaran serta kualitas kerja yang dinilai kurang baik.

Proyek yang digarap oleh CV. Golo Bombang ini merupakan salah satu paket proyek yang dianggarkan oleh Pemkab Mabar pada tahun anggaran 2016.

Berkaitan dengan anggaran, Fraksi Gabungan Keadilan mempertanyakan besaran anggaran yang sebenarnya dari proyek yang dimaksud. Sebab dalam Perda tentang APBD Mabar tahun 2016, alokasi anggaran untuk proyek itu sebesar 5 miliar.

Hal itu berbeda dengan jumlah dana yang ditulis oleh pihak CV. Golo Bombang pada papan informasi proyek, di mana jumlahnya hanya 3 miliar.

Menanggapi hal tersebut di atas, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari proyek peningkatan jalan tersebut, Yos Jemali, menyampaikan bahwa anggaran proyek peningkatan jalan Momol-Waning-Wae Ncuring menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Berkaitan dengan DAK, kata Jemali, di tahun 2016 ada kebijakan pemerintah pusat yakni berupa pemotongan DAK sebesar 10 persen.

“Untuk DAK, kebijakan pemerintah pusat kemarin adalah pemotongan anggarannya sebesar 10 persen. Dan khusus untuk paket proyek jalan (Momol-Waning-Wae Ncuring) ini dari anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya dipangkas 2 miliar. Khusus untuk pemangkasan itu ada hitungannya”, jelas Jemali ketika ditemui media ini pada hari Jumat (21/04/2017), di ruang kerjanya di Kantor Dinas PU Mabar,

Dia menambahkan bahwa anggaran DAK yang dipotong oleh pemerintah pusat tersebut tidak ditransfer ke daerah.

Terhadap kualitas proyek yang dipertanyakan oleh anggota DPRD Mabar dari Fraksi Gabungan Keadilan itu, Jemali menjelaskan bahwa khusus untuk pengerjaan lapen dalam paket proyek ini, di beberapa titik ruas jalan memang dilompati atau dilewati karena ada yang dikerjakan tahun 2015.

“Ada spot-spot dalam pengerjaan lapen itu. Terdapat tiga spot di tiga tempat”, kata Jemali.

Karena itu, mungkin ruas jalan yang dinilai kurang baik tersebut adalah ruas yang dalam pengerjaannya dilewati.

Selain itu, paket drainase yang juga disoroti kualitasnya, Jemali menanggapai bahwa keadaan cuaca serta tekstur tanah bisa mengakibatkan drainase yang dibuat menjadi rusak.

“Waktu kita turun kemarin, memang belum ada yang rusak. Tetapi curah hujan yang cukup tinggi tahun ini sangat mempengaruhi tekstur tanah, dan membuat drainase berpotensi jadi rusak”, jelas Jemali.

Dia juga mengungkapkan bahwa dalam pengerjaan paket proyek jalan yang dimaksud, CV. Golo Bombang pada akhirnya di-PHK karena terlambat menyelesaikan proyek atau melewati target waktu pengerjaan yang telah ditentukan. (Dolfo Suhardi)

1 KOMENTAR

  1. Kami dari luar m,rai hanya beri info saja. Besar anggaran kan bisa dikonversi dgn volume kerja dan kualitas yg telah ditentukan dlm Spek Mou. Pemda setempat hrs ada patokan penilaiannya.Data di PU ada.Besar anggaran bisa dikonversi dgn volume dan kualitas halnya.Tinggal ukur panjang jln yg dihasilkan.Ada selisih yg ekstrim ya bisa diklaim.Bila sesuai anggaran dan volume ya wris.selesai toh.Intinya M,rai dan Flores itu sudah paling tertinggal,jgnlah ditimpa tangga lagi.Doa setiap hari hrs terpatri moral Melayani masyarakat secara total.Hakmu wajib diambil. Hah publik atau rakyat..Utk melancarkan infrastruktur rakyat.Don,t Cewot ye ktika Bagi Nuru Babi.Tkasih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here