Beranda Hukrim Florata Forum Perguruan Tinggi Manggarai-NTT Laksanakan Aksi Bela NKRI

Forum Perguruan Tinggi Manggarai-NTT Laksanakan Aksi Bela NKRI

1561
5
Forum Perguruan Tinggi Manggarai - NTT membacakan pernyataan sikap dan seruan moral saat aksi damai di lapangan Motang Rua, Manggarai, NTT, Kamis (11/5/2017). (Foto : Florespost.co)

FLORESPOST.CO, Ruteng – Ribuan mahasiswa dari empat (4) Perguruan Tinggi (PT) yang tergabung dalam Forum Perguruan Tinggi Manggarai-NTT melakukan aksi damai untuk menyatakan sikap dan menyuarakan seruan moral bela NKRI. Aksi tersebut berpusat di Lapangan Motang Rua, Manggarai, NTT, Kamis (11/5/2017).

Baca juga : Ribuan Mahasiswa Serukan Pembebasan Ahok

Suasana saat aksi damai para mahasiswa yang tergabung dalam Forum PT Manggarai – NTT

Lihat foto : Suasana Saat Ribuan Mahasiswa Lakukan Aksi Damai

Adapun Forum Perguruan Tinggi Manggarai-NTT yang tergabung dalam aksi tersebut terdiri atas STKIP St. Paulus Ruteng, STIKes St. Paulus Ruteng, STIPAS St. Sirilus Ruteng dan STIE Karya Ruteng.

Melalui aksi damai tersebut, peserta aksi menolak dengan tegas radikalisme, menolak ormas-ormas yang merongrong NKRI, Pancasila dan UUD 1945.

Baca juga : Puisi untuk Ahok : Antologi Puisi Gerard N. Bibang

Romo DR. Yohanes Servatius Boylon, MA., yang juga adalah sebagai Ketua STKIP St. Paulus Ruteng dalam sambutannya pembukaannya menegaskan bahwa aksi ini adalah aksi bela negara, aksi bela Ahok yang jujur, bersih dan profesional, hari ini juga sebagai tanda kesatuan kita sebagai warga negara yang mempunyai tanggung jawab untuk menentukan masa depan bangsa.

Baca juga : Pelanggaran Asas Non Ultra Petita oleh Hakim dalam Perkara Ahok : Opini Edi Danggur

Aksi kebangsaan ini, lanjut Boylon, sebagai aksi solidaritas bela Ahok oleh seluruh mahasiswa, dosen, pegawai di seluruh perguruan Tinggi di Nusa Tenggara Timur, aksi ini dilakukan sebagai jawaban atas situasi bangsa yang carut marut.

Baca juga : Aksi 1000 Lilin untuk Ahok di Labuan Bajo

Lebih lanjut Ketua STKIP St. Paulus itu mengtakan bahwa lagu-lagu kebangsaan kita nyanyikan karena kita cinta Indonesia, cinta NKRI, cinta Pancasila dan cinta Bhineka Tunggal Ika. Puisi-puisi kemanusiaan dan kebangsaan dilantunkan karena kita mencintai perdamaian, mendambakan persatuan dan persaudaraan, kita merindukan demokrasi dan keadilan, menegakkan supremasi hukum, melawan korupsi dan premanisme, melawan ketidakadilan, kata Boylon.

Baca juga : Ahok BUKAN Penista Agama Islam

Kita melantunkan orasi politik karena kita merindukan pemimpin yang tulus, adil, tegas dan tidak korup, kita mendambakan pemimpin yang berjuang demi rakyat dan tidak main-main dengan kekuasaan, ucap Boylon.

Baca juga : Magis Anis Baswedan : Dengan Tangan Diborgol, Ahok Dibiarkan Bertarung : OPINI

Berdasarkan pantauan media ini, animo peserta aksi damai ini sangat luar biasa dan penuh semangat saat menyanyikan lagu-lagu kebangsaan maupun saat meneriakan yel-yel “Hidup Indonesia”, “Hidup NKRI”, “Tolak Radikalisme”, ”Tolak ormas (indivu) yang merongrong NKRI”, “Hidup Ahok”, dan “Bela Ahok”.

Baca juga : Basuki Tjahaja Purnama Divonis Dua Tahun Penjara

Selain itu, pada setiap spanduk bertuliskan berbagai pernyataan sikap seperti “Menjaga NKRI dan membubarkan semua ormas yang anti-Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI. Hidup NKRI….!!!”; “Menolak tirani mayoritas dan menuntut tegaknya supremasi hukum”;  “Menolak semua intoleransi, radikalisme, antipluralisme dan NKRI. Bela NKRI…!!! Tolak Pemecah Bangsa…!!!; “Menolak sikap dan individu kelompok dan ormas yang merongrong NKRI”, dan masih banyak spanduk lainnya yang menyuarakan pembebasan dan matinya nurani bangsa.

Baca juga : Ormas Radikal HTI Sudah Masuk NTT, FPI ? Ini Sikap Forkompimda NTT

Setelah acara pembukaan, rangkaian kegiatan aksi damai dilanjutkan dengan acara menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, melantunkan puisi-puisi kemanusiaan yang dibawakan oleh perwakilan mahasiswa STKIP St. Paulus dan DR. Inosensius Sutam, orasi pembebasan dan penolakan terhadap radikalisme, menolak organisme anti-NKRI dan Pancasila.

Aksi damai tersebut kemudian diakhiri dengan pembacaan pernyataan sikap dan seruan moral bela NKRI.

Hadir dalam aksi damai tersebut adalah pimpinan masing-masing perguruan tinggi tersebut, tenaga pengajar, tokah agama dan tokoh masyarakat. (Feliks Hatam)

5 KOMENTAR

  1. Trimksh flores post..kita punya komitmen yg sama tuk jaga keutuhan NKRI dan save Ahok..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here