Beranda Pilkada Hasil Rakercab PDIP Matim, Wily Nurdin Ditetapkan sebagai Balon Bupati Matim

Hasil Rakercab PDIP Matim, Wily Nurdin Ditetapkan sebagai Balon Bupati Matim

683
1
Nikolaus Martin / Juru bicara DPC PDIP Kabupaten Matim, NTT. (Foto : Istimewa)

FLORESPOST.CO, Borong Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mennyampaikan terima kasih kepada anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur dari fraksi PDIP, Gonis Badjang, yang telah membuat pernyataan di media online bahwa dirinya (Gonis-red) didukung oleh akar rumput sebagai bakal calon Bupati Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bagi DPC PDIP Kabupaten Matim bahwa apa yang disampaikan pak Gonis tidak atas nama DPC PDIP Matim. Pernyataan pak Gonis di media online tidak mewakili garis kerja di PDIP karena garis kerja partai sudah jelas bahwa partai memprioritaskan kader dalam pemilihan bupati, walikota, gubernur maupun pemilihan Presiden.

Hal itu disampaikan oleh juru bicara DPC PDIP Kabupaten Matim, Nikolaus Martin, kepada Flores Post di Borong, Sabtu (10/6/2017).

Baca juga : Marselis Sarimin Karong Mendaftar di DPC PDIP Matim, Ini Penjelasan Niko Martin

Hasil Rakercab Kabupaten Matim

Berdasarkan hasil rencana kerja cabang PDIP Kabupaten Matim pada tanggal 30 November 2016 bertempat di Aula Kevikepan Borong, bahwa partai sudah melakukan penjaringan sesuai ADRT partai yang dihadiri oleh seluruh unsur partai baik, pengurus DPC, PAC dan DPD Provinsi NTT.

Pada saat rakercab, kata Niko, forum memutuskan bahwa Wilibrodus Nurdin Bolong sebagai bakal calon Bupati Matim, periode 2018-2023, jadi tidak ada nama lain selain nama pak Wily, katanya.

“Pada saat rakercap dihadiri oleh pengurus DPD Provinsi NTT yaitu Yukunda Huwa dan Kristofora Bantang”, ungkap Niko.

Hasil rakercab itu, lanjut dia, merupakan proses final di tingkat partai dan pelaksanaan kegiatan rakercab berdasarkan aturan partai dan bersifat mengikat.

Baca juga : Gosip Politik Dalam Pilkada : Opini Alfred Tuname

Pernyataan kader di luar Rakercab

“Jadi kalau ada kader yang membuat pernyataan di luar rakercab adalah pernyataan pribadi, bukan atas nama partai”, tegas Niko.

Memurut dia, pernyataan ini mengganggu keharmonisan internal partai dan sangat disayangkan, karena teman-teman partai tidak konsisten.

“Pak Gonis hadir pada saat rakercab, namun pada saat itu tidak ada usulan agar baik oleh dirinya sendiri maupun oleh PAC untuk mengakomodir pak Gonis sebagai salah satu bakal calon Bupati Matim dari PDIP”, ujar Niko

Dalam rapat partai, lanjut dia, pak Gonis dimintai klarifikasi terkait isu-isu yang beredar di tengah masyarakat, dan pada saat mengklarifikasi isu tersebut dirinya (Gonis-red) mengakui bahwa pak Wily sebagai bakal calon Bupati Matim berdasarkan hasil rakercab.

Baca juga : Kapolres Manggarai Mediasi Persoalan Tanah antara Pemkab Matim dan Suku Ndoko

“Kalau dia mengatakan bahwa akar rumput menghendakinya untuk menjadi bakal calon bupati, akar rumput yang mana dan siapa yang melakukan survei”, tanya Niko.

Niko menegaskan dan meminta agar jangan sampai isu ini menjadi blunder bagi PDIP. PDIP siap mengusung calon berdasarkan hasil rakercab, tegasnya.

Dikatakannya bahwa secara organisasi partai, setiap anggota harus patuh dan taat terhadap aturan partai dan tidak boleh membuat pernyataan yang menimbulkan polemik di internal partai dan masyarakat.

“Pernyataan Gonis harus diklarifikasi ke DPC PDIP Matim, apakah benar media mewancarai atau media yang membuat pernyataan itu. Proses jaring sudah selesai dan PDIP tidak bisa melakukan survei atas nama pak Gonis karena namanya tidak terjaring di rakercab”, pungkas Niko. (Yos Syukur/Flores Post)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here