Beranda Florata News Wabup Viktor Madur Buka Kegiatan Sosialisasi dan Edukasi OJK

Wabup Viktor Madur Buka Kegiatan Sosialisasi dan Edukasi OJK

257
0
Wabup Manggarai, Viktor Madur, saat membuka kegiatan sosialisasi dan edukasi OJK. (Foto: Yuga/Florespost.co)

FLORESPOST.CO, Ruteng – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT mengadakan Kegiatan Edukasi Keuangan, Mengenal Otoritas Jasa Keuangan, dan Industri Jasa Keuangan serta Mewaspadai Investasi Ilegal.

Kegiatan itu dibuka oleh Wakil Bupati Manggarai, Viktor Madur, pada hari Rabu (26/07/2017) pagi di Aula Hotel  Revayah, Kabupaten Manggarai, Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Wabup Manggarai dalam sambutan menyampaikan ucapan terima kasih serta memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pihak OJK Provinsi NTT yang telah melaksanakan sosialisasi dan edukasi tersebut di Kabupaten Manggarai.

Ia mengatakan, hal itu penting dilaksanakan karena keberadaan otoritas jasa keuangan mungkin di antaranya berbagai pihak sudah ada yang mengetahui dan memahaminya, tetapi bisa juga ada yang belum memahami dan mengetahui apa dan bagaimana jasa keuangan itu sebagaimana dimaksud dalam UU No 21 tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan.

“Jika kita kaitkan upaya pembangunan daerah sebagai bagian integral dari pembangunan nasional khususnya dalam sistem perekonomian nasional  maka sistem keuangan dan seluruh kegiatan jasa keuangan diatur dan dilakukan pengawasan secara terintegrasi dan komperhensif,” katanya Wabup Madur.

Viktor menambahkan, tentunya banyak hal atau faktor yang melatarbelakangi mengapa sebuah lembaga itu lahir atau dibentuk termasuk dalam hal ini adalah otoritas jasa keuangan. Untuk itu, Ia meminta semua peserta sosialisasi untuk secara seksama mengikuti dan memanfaatkan kegiatan tersebut dengan sebaik-baiknya serta menggali dan mencari tahu apa yang harus diketahui.

Suasana kegiatan sosialisasi dan edukasi OJK. (Foto: Yuga/Florespost.co)

Sebelumnya, di tempat yang sama, Wakil OJK Provinsi NTT, I Wayan Sadayana, dalam sambutannya menerangkan, berdasarkan survey OJK tahun 2013 diketahui bahwa tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia masih relatif rendah bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga yaitu baru sebesar 21,8 persen, sedangkan tingkat utilitasnya hanya sebesar 59,7 persen.

“Tingkat literasi dan utilitas sektor perbankan sangat mendominasi. Hal  ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia nampaknya kurang memahami sektor keuangan lainnya yaitu pasar modal perasuransian, lembaga pembiayaan, dana pensiun, pegadaian dan lembaga jasa keuangan lainnya,” ungkap Wayan.

Sehubungan dengan itu, lanjut Wayan, dengan semakin maraknya tawaran investasi dengan iming-iming imbalan yang sangat tinggi namun diragukan legalitasnya sehingga berpotensi merugikan masyarakat, maka OJK telah melakukan beberapa kerjasama dengan beberapa lembaga dalam wadah Satuan Tugas Waspada Investasi (BI, OJK, Polri dan Kementerian Keuangan).

“Hal ini dimaksudkan untuk melakukan tindakan preventif melalui sosialisasi dan iklan layanan masyarakat di beberapa media cetak dan elektronik  agar masyarakat lebih cermat dan waspada atas tawaran investasi tersebut sehingga tidak mengalami kerugian,” kata Wayan. (Penulis: Yuga, Editor: Yos Syukur/Florespost.co)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here