Taman Daun Corong Literasi Lembata

463
Taman Daun Lembata (Foto/Istimewa)

FLORESPOST.CO, Lembata – Taman Daun adalah  taman baca yang lahir dari rasa keprihatinan terhadap kurangnya sumber-sumber bacaan yang ada di Nusa Tenggara Timur khususnya di Lembata. Atas dasar itulah Taman Daun resmi berdiri pada tanggal 23 April 1987 yang diinisiasi oleh bapak Goris Ubas Batafor secara swadaya.

Taman Daun Lembata (foto/istimewa)

Taman Daun adalah taman baca pertama di Kabupaten Lembata yang menyediakan buku-buku bacaan secara gratis serta selalu intens dengan berbagai aktivitas terkait  literasi  secara swadaya oleh relawan yang tergabung di dalamnya.

Baca juga: Talk Show ‘Catatan Mata Najwa’ Off Air akan Digelar di Lembata

Taman Daun yang berulang tahun ke-30 pada 23 April 2017 yang lalu telah banyak bersumbangsih mempersiapkan sumber daya manusia yang handal dan kompeten serta sukses membangun 27 taman baca yang tersebar baik di Lembata maupun luar Lembata.

Taman baca yang beralamat di Bluwa RT 005 RW 002 Kelurahan Lewoleba Barat Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata ini adalah pusat bagi seluruh taman-taman baca anak pecinta literasi dengan pendekatan belajar sambil bermain.

Menurut Goris Batafor, Taman Daun memiliki visi pengembangan SDM yang berkualitas sebagai basis pencapaian tujuan pembangunan termasuk upaya sadar pengentasan kemiskinan.

Adapun misi Taman Daun yakni, kerja sama para relawan dengan masyarakat sebagai upaya sadar menumbuhkan budaya gotong royong menuju sumber daya manusia yang berkualitas, pembangunan taman baca di setiap desa secara swadaya oleh relawan dan masyarakat, Membangun kerja sama dengan relawan dalam negeri maupun luar negeri sebagai pengajar secara sukarela di setiap taman baca dan menerapkan wisata edukasi secara berkelanjutan.

Taman Daun Lembata (foto/istimewa)

Jhon SJ Batafor, relawan Taman Daun, berharap terkait kunjungan ‘Mata Najwa’ di Lembata dan akan disambut dengan pergelaran Pasar Baca Masyarakat Lembata di Taman Swalosa, pusat kota Lewoleba, 12 Agustus 2017, dan akan mensukseskan program Lembata Kabupaten literasi.

“Menjadi penting adalah dengan diadakan Pasar Baca ini, kami berharap ke depannya budaya baca semakin tumbuh berkembang menjadi sebuah budaya yang dapat memajukan kwalitas SDM Lembata,” kata Jhon.

Jhon juga menyarankan agar pemerintah daerah melalui program ini memberikan pemahaman yang jelas bagi masyarakat tentang literasi, karena untuk membangun sebuah taman baca serta budaya literasi yang dapat dikatakan sukses adalah harus mempunyai jiwa dan rasa keterpanggilan bukan tugas, karena tidak mudah melahirkan sebuah budaya baru bagi masyarakat. Budaya itu harus atas rasa sadar. (Emanuel Bataona/Florespost.co)

SHARE

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here