Beranda Diaspora Pengganti Frans Leburaya, Ini Harapan Warga NTT di Papua Barat

Pengganti Frans Leburaya, Ini Harapan Warga NTT di Papua Barat

1347
0
Badan Pengurus IKF NTT Papua Barat. (Foto: Martinus Kema/Florespost.co)

FLORESPOST.CO, Manokwari Selatan – Meskipun tidak memiliki hak menyalurkan suara pada pesta demokrasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Nusa Tenggara Timur (NTT), periode 2018-2023, tetapi warga Papua Barat asal NTT memiliki perhatian dan harapan akan Gubernur NTT yang akan datang.

Mereka menginginkan agar pengganti Frans Leburaya nantinya memiliki kemampuan untuk membangun NTT ke arah yang lebih baik guna mengentaskan kemiskinan di NTT, sebab diketahui NTT masih termasuk kategori tiga besar provinsi termiskin di Republik Indonesia.

Ketua Paguyupan Ikatan Keluarga Flobamora (IKF) Papua Barat, Klinton Talo, meminta agar masyarakat NTT yang memiliki hak suara untuk memilih pemimpin NTT, pertama takut akan Tuhan dan merakyat, bukan pemimpin yang jauh dari rakyat.

“Pilgub nanti masyarakat kita di sana memilih, pertama harus orang yang takut akan Tuhan dan merakyat, karena waktunya untuk membangun rakyat,” kata Talo.

Selain itu, kata Talo, memilih pemimpin yang mempunyai kemampuan untuk mengangkat keterbelakangan NTT, terutama mempunyai strategi jitu yang mampu meningkatkan perekonomian NTT, sebab hingga saat ini NTT masih masuk tiga besar predikat provinsi miskin di Indonesia.

“Karena kita di sana sampai hari ini tidak ada perubahan berarti dari sektor ekonomi,” kata Talo.

Sementara itu, Ketua IKF Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) Papua Barat, Emanuel Nuba, SH berharap pemimpin NTT yang akan datang berjiwa nasionalis dan menghargai keberagaman NTT sebagai aset NTT.

“Kepemimpinan yang nasionalis dan menghargai keberagaman NTT sebagai aset untuk kemajuan, bukan sumber konflik atau intoleran,” kata pria lulusan Fakultas Hukum Undana tersebut.

Nuba juga berharap pada Pilgub NTT hindari isu mayoritas dan minoritas, sebagaimana diangkat di Pilgub DKI Jakarta.

Nuba menambahkan, pemimpin NTT yang tidak tunduk pada keinginan sepihak partai politik dalam kebijakan, tetapi mengedepankan kepentingan rakyat NTT; mampu mengaplikasi program kerja pembangunan daerah  yang tepat sasaran sesuai kebutuhan warga, mampu mendorong peningkatan SDM melalui pendidikan dan kesehatan secara merata sesuai dengan topografi NTT sampai ke pelosok daerah.

Kemudian, lanjut Nuba, pemimpin anti korupsi, mengedepankan pengelolaan keuangan yang partisipatif dan transparansi, demi mencegah terjadi korupsi yang masih membudaya pada oknum pejabat selama ini.

Tak kala penting punya latar belakang dan sepak terjang yang baik, jangankan tersangka, terindikasi kasus korupsi sekalipun harus ditolak oleh masyarakat, ujar Nuba.

“Terakhir pemimpin yang visioner, NTT tanah tumpah darah kita harus lebih baik dan terus maju,” harap Nuba.

Selain itu, G. Lajar, pengurus IFK Papua Barat, berharap calon Gubernur NTT yang tahu persis kesusahan masyarakat NTT, siap mendengar keluhan masyarakat dan tidak mementingkan kelompok tertentu.

Lajar mengatakan, dirinya kembali menekankan pentingnya perhatian pengembangan sumber daya manusia, lebih diutamakan peningkatan kapasitas aparatur yang dinilainya poin penting dalam menunjang proses pembangunan yang merata di NTT.

Tak luput Ia menekankan agar gubernur berikutnya memperhatikan bidang pertanian, peternakan, dan perkebunan yang lebih serius mengingat kondisi alam NTT yang cocok untuk pengembangan di bidang ini.

“Pendidikan dan kesehatan tak mungkin lepas dari perhatian karena dua hal ini dapat menjadi cermin dari kemajuan rakyat NTT,” timpa pria asal Flores ini.

Sementara Silvester Woge, pria asal Ende berharap pemimpin NTT berikut mampu melanjutkan program kerja yang baik dari gubernur sebelumnya, salah satunya bidang pariwisata.

Menururt pria lulusan Sarjana Pertanian Unflor tersebut, pariwisata NTT sudah ditetapkan oleh pemerintahan pusat dan sudah menjadi ikon NTT untuk menambah pendapatan daerah.

“Pemimpin baru mampu dan getol memberikan bekal pengetahuan di bidang ini kepada masyarakat, cara menjual potensi di bidang ini guna menambah pundi-pundi uang untuk kebutuhan ekonomi keluarga sehingga manfaat pariwisata di NTT tidak dinikmati kalangan pemodal atau oknum tertentu,” kata Woge. (Kontributor Mansel: Martinus Kema/Florespost.co)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here