Beranda Profil Anastasia, Siswi SMAK Theresia Iteng: Bangga Ikut Paskibraka di Motang Rua

Anastasia, Siswi SMAK Theresia Iteng: Bangga Ikut Paskibraka di Motang Rua

793
0
Anastasia A. Jehamo sebagai pembawa bendera Merah Putih saat HUT RI ke-72 di lapangan Motang Rua, Ruteng, NTT. (Foto: Yuga/Florespost.co)

FLORESPOST.CO, Ruteng – Menjadi salah satu personil Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tidaklah mudah. Seorang pelajar Sekolah Menengah Atas harus lolos dari semua persyaratan ketat yang dibutuhkan untuk menjadi anggota Paskibraka.

Selain postur tubuh, mereka siap untuk dibina menjadi pribadi yang siap menjalankan tugas mulia tersebut. Tak heran, setiap menjelang hajatan upacara Hari Kemerdekaan ini, banyak siswa-siswi sekolah menengah yang memiliki impian bisa menjadi salah satu dari anggota Paskibraka.

Di upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72, Anastasia A. Jehamo (16 tahun) mendapat kesempatan bersejarah dan istimewa itu.

Setelah mengikuti berbagai test, Anastasia dinyatakan lolos sebagai anggota Paskibraka tingkat Kabupaten Manggarai.

Dia adalah seorang siswi yang sedang duduk di bangku kelas XI SMAK St.Theresia Iteng.

Dia dipilih sebagai pembawa bendera Merah Putih dalam upacara pengibaran Bendera yang berlangsung di Lapangan Motang Rua Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, Kamis 17 Agustus 2017.

Sebelum dipilih sebagai bagian dari pasukan pengibar bendera, Anastasia berkali-kali menjalani sesi latihan dan melalui proses yang panjang serta bergantian peran dengan teman-teman Paskibraka lainnya karena pengumuman keputusan pembawa bendera  sebenarnya baru dilakukan pada saat-saat terakhir mendekati puncak Hari Kemerdekaan RI.

Anastasia dan kawan-kawan dilatih secara intens selama kurang lebih tiga minggu.

“Senang sekali rasanya bisa menjadi bagian dari Paskibraka, pengalaman saya bertambah, apalagi bertemu teman baru. Ini suatu kebanggaan terbesar saya ketika dipercayakan membawa Bendera Merah Putih meskipun pada  awalnya ada rasa  grogi dan tak percaya diri saat saya ditunjuk sebagai pembawa bendera, tetapi berkat penguatan yang diberikan oleh pelatih, orang  tua serta dorongan dari teman-teman kelas saya yang selalu tekun di setiap waktu latihan sehingga perlahan  rasa gugup saya menjadi hilang,” kisahnya.

Teresia teringat, para instruktur atau pelatih selalu berkata bahwa bisa menjadi seorang Paskibraka merupakan kesempatan istimewa yang tidak dimiliki oleh semua siswa.

Pada dasarnya semua anggota Paskibraka baik pengibar maupun penurun Bendera Merah Putih memiliki tugas yang sama. Tak perlu ada rasa diistimewakan.

Anastasi bersyukur bahwa semuanya berjalan lancar.

“Saya sangat bangga dengan apa yang telah  saya lakukannya hari ini semuanya berjalan dengan baik tanpa hambatan,” ungkap Anastasia kepada usai menjalankan tugasnya pada upacara tersebut.

Anastasia melanjutkan bahwa saat membawa Bendera Merah Putih dalam upacara tersebut menjadi momen yang terindah dan tak akan pernah dilupakannya.

“Merasa istimewa dan terharu karena saya merasa membawa Bendera Merah Putih seperti membawa harapan dari teman-teman Paskibraka, pelatih saya, orang tua dan teman-teman sekolah saya untuk mengibarkan mimpi-mimpi kami semua di langit Manggarai dan menerbangkannya entah ke mana,” tuturnya Anastasia sembari tersenyum. (Penulis: Yuga. Editor: YS/Florespost.co).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here