Beranda Feature Derita Janda Tua di Borong, Tinggal dalam Gubuk Kecil Berharap Belas Kasih

Derita Janda Tua di Borong, Tinggal dalam Gubuk Kecil Berharap Belas Kasih

1795
0
Maria Lemas di dalam gubuknya di Dusun Kembur, Kelurahan Satar Peot, Kecamatan Borong, Matim, NTT. (Foto: Mulia Donan/Florespost.co)

FLORESPOST.CO, Borong – Hidup dalam kemiskinan di usia senja tentu tak pernah menjadi pilihan semua orang. Namun inilah yang harus dirasakan Maria Lemas, seorang nenek berusia 65 tahun.

Maria Lemas hidup dan tinggal di Dusun Kembur, Kelurahan Satar Peot, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa tenggara Timur (NTT), kurang lebih berjarak 3 kilometer dari pusat pemerintahan setempat.

Janda tua yang telah ditinggal mati suaminya Mateus Jamu sejak 31 tahun lalu itu, hidup sendirian, sepi dan menderita.

Lemas mengaku, bahwa dari hasil perkawinan dirinya dengan almarhum Mateus Jamu dikarunia tiga orang anak, dua perempuan dan satu laki-laki. Kedua orang anak perempuannya kini sudah berkeluarga dan tinggal di tempat yang jauh.

Sedangkan anak laki-laki satu-satunya sudah hampir sepuluh tahun merantau ke Malaysia. Sampai saat ini tidak ada kabar dari anak laki-lakinya itu. Ketiga anaknya itu tidak pernah mengunjungi dirinya hingga saat ini, ungkap Lemas.

Sehari-hari Lemas tinggal di dalam sebuah gubuk kecil yang sangat sederhana dan sudah tidak layak huni, berukuran 3 kali 4 meter. Dinding gubuknya terbuat dari gedeg yang sudah mulai compang camping dan warnanya mulai kusam termakan usia. Pintunya terbuat dari bambu.

Dalam gubuk tersebut, lantainya beralaskan tanah. Tidak ada kasur untuk merebahkan diri ketika Lemas hendak beristirahat dengan nyaman. Tidak ada kelambuk agar terhindar dari gigitan nyamuk beterbangan di kala Lemas tidur.

Kondisi ini seolah mencerminkan bahwa negara tidak pernah hadir. Seperti, program PKH dan bedah rumah, tak pernah melirik, apalagi menyentuhnya.

Di dalam gubuknya, hanya terdapat perabotan dapur yang terlihat berserahkan dengan kondisi yang sudah tak layak dipakai, satu buah piring tua, mok, jerigen air, tempat air. Ada pula dua buah periuk masak, tapi isinya kosong. Tidak ada beras untuk dimasak, sangat menyedihkan.

Baca juga: P3poratim Makasar Desak Pemda dan DPRD Matim Perhatikan Maria Lemas

Kondisi gubuk Maria Lemas di Dusun Kembur, Kelurahan Satar Peot, Kecamatan Borong, Matim, NTT` (Foto: Mulia Donan/Florespost.co)

Kepada Florespost.co (30/8/2017), Lemas menuturkan, tak jarang untuk makan harus pergi meminta bantuan dari tetangga-tetangga setiap harinya lantaran tidak memiliki beras untuk dimasak.

Lemas menuturkan pula, seorang tetangga yang biasa membantu memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari ini. Tetangganya yang berhati mulia tersebut mengikhlaskan kerelaannya untuk menjadi tempat penampungan bagi dirinya untuk bisa bertahan hidup.

Janda tua yang sudah tampak lemah ini pasrah dengan kondisinya. Namun wajahnya yang tampak mulai keriput, tak mampu menyembunyikan lelahnya menanggung hidup. Bola matanya seolah mengisyaratkan dirinya membutuhkan bantuan walau sekadar untuk makan sehari-hari saja.

Memang ironis, janda tua ini tidak tersentuh bantuan dari pemerintah setempat baik BPJS maupun BLSM, termasuk beras miskin tidak pernah dinikmatinya.

Lemas berharap, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur dan DPRD Manggarai Timur atau siapapun yang ikhlas berbelas kasih membantu dirinya untuk bisa bertahan hidup.

Lemas tak tahu lagi harus meminta tolong kepada siapa. (Mulia Donan/FR/Florespost.co)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here