Beranda Feature Review Buku: Benarkah Lamafa Sebuah Novel?

Review Buku: Benarkah Lamafa Sebuah Novel?

550
0
Yoseph Yoneta Motong Wuwur, Alumnus Unflor Ende, NTT. (Dok. Pribadi)

FLORESPOST.CO :

Benarkah Lamafa Sebuah Novel ?

Oleh: Yoseph Yoneta Motong Wuwur*

 

Lamafa tidak hanya sebuah novel melainkan suatu drama kehidupan yang tergambar dalam pribadi orang Lamalera.  Orang Lamalera dalam hidup dan kehidupannya selalu dan senantiasa menjadikan lamafa sebagai tradisi yang sakral.

Benarkah lamafa sebuah novel? Selalu menghadirkan tanya dan senantiasa akan terjawab dalam lamafa sebuah novel.

Lamafa sebuah novel akan menggambarkan spritualitas orang lamalera yang hadir dalam pribadi lamafa.

Lamafa sebuah novel akan menarik dan menjadikan pembacanya rasa penasaran untuk boleh merasakan secara langsung  apa yang terlukiskan dalam novel tersebut.

Penulis novel ini dengan kemampuannya melukiskan dengan lugas, mengalir dan ringan menjadikan novel ini cocok untuk dibaca semua kalangan.

Novel ini sangat kuat menggambarkan lokalitas alur cerita sangat kental dengan kehidupan kampung nelayan Lamalera.

Novel ini pun memberi inspirasi bagi pembacanya bahwa hidup adalah pilihan. Pilihan hidup yang penuh tawaran. Tawaran yang menggugah pikiran untuk berpikir. Berpikir tentang apa yang ditawarkan. Tawaran yang menuntut pada pilihan. Kehidupan ini penuh tawaran. Tawaran dalam kehidupan ini penuh tantangan. Tawaran dan tantangan akan menghiasi kehidupannya. Hidup adalah perjuangan. Perjuangan untuk menentukan tawaran dan menghadapi tantangan.

Lamafa sebuah Novel, karya Fince Bataona (istimewa)

Menghadapi tantangan hidup dan berupaya keras mewujudkan hidup yang berkualitas.

Hidup yang berkualitas tergambar dalam diri pribadi orang Lamalera yang hidup dalam budaya dan agama yang kuat. Lamafa adalah tradisi yang diwariskan oleh leluhur  untuk itu perlu dijaga kesakralannya.

Untuk menjaga kesakralan dari tradisi Lamafa ini, warga kampung Lamalera harus tunduk pada syarat yang telah diwariskan oleh leluhur.

Lamafa sebuah novel mampu mengungkapkan kehidupan sosial masyarakat, historis dan antropologis. Novel ini kuat deskripsinya mengajak pembaca seperti berada dalam ruang, waktu yang terlukis dalam novel tersebut.

Membaca novel ini memberikan pemahaman khusus tentang Lamalera dan tradisi penangkapan ikan pausnya. Dengan laut sebagai ibu yang memberikan kehidupan bagi masyarakat Lamalera.

Lamafa adalah salah satu simpul penting dalam tradisi masyarakat Lamalera. Aktivitas melaut secara tradisional sebagai mata pencaharian utama orang-orang Lamalera yang akan dilangsungkan pada musim lefa. Musim lefa yakni masa resmi untuk melaut yang berlangsung dari bulan Mei sampai Oktober. Di musim ini gerombolan ikan paus akan melintasi perairan Laut Sawu.

Seorang Lamafa memiliki tugas untuk membawa pulang ikan paus yang diburu. Untuk itu seorang Lamafa yang berdiri di buritan peledang harus memiliki keahlian dalam melepaskan tempuling agar tepat sasar. Untuk itu menjadi seorang Lamafa butuh latihan dan tidak semua orang dapat menjadi seorang Lamafa. Menjadi Lamafa khusus orang-orang pilihan yang dianggap layak.

Penulis sebagai anak Lamalera dengan apik melukiskan budaya kampung halamannya yang mana sejak kecil ia turut menghidupi tradisi Lamafa. Penulis berhasil menghanyutkan pembaca dalam ruang dan waktu. Dan menciptakan rasa ingin tahu dari pembaca untuk boleh merasakan dan melihat lebih dekat kehidupan orang Lamalera dalam pribadi Lamafa.

Menjadi lengkap jika mengunjungi kampung Lamalera setelah membaca “Lamafa Sebuah Novel”.

****

*)Alumnus Universitas Flores, Ende-Flores-NTT.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here