Beranda Feature Gerakan Berbagi Kasih dengan Buku di Wairterang Sikka

Gerakan Berbagi Kasih dengan Buku di Wairterang Sikka

259
0
Pose bersama Tim Gerakan Berbagi Kasih Katakan Dengan Buku dengan anak-anak Dusun Wairbukang, Sikka, NTT. (Foto: Edmon Mof/Florespost.co)

FLORESPOST.CO, Maumere – Tim Relawan dari Gerakan Berbagi Kasih Katakan Dengan Buku melakukan aksi berbagi kasih di Dusun Wairbukang, Desa Wairterang, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan yang dipimpin oleh Jedison Joseph, seorang ASN di Lingkup Pemkab Sikka, merupakan gabungan dari beberapa orang/organisasi yang memiliki rasa kepedulian yang sama, antara lain Kris dari Gerakan Ayo Menulis (Standardpen), Gerry Da Gama dari Forum Indonesia Muda Sasandu NTT, Cucun dari Gerakan Pemuda Sikka Peduli Sampah (GPSPS).

“Kami memberi dari kekurangan kami. Setiap kami masing masing ada yang membawa bekal makanan minuman ringan untuk anak-anak, ada yang bawa seragam sekolah, tas dan peralatan tulis,” ungkap Joseph.

Joseph mengaku bahwa sudah sejak lama menjalankan program berbagi kasih melalui Gerakan Katakan dengan Buku.

“Kegiatan ini sudah berjalan sejak lama dan sasaran kegiatan kali ini di Dusun Wairbukang Desa Wairterang,” katanya.

Kegiatan kali ini ternyata punya tantangan tersendiri bagi seluruh anggota tim. Dusun Wairbukang berjarak 35 km ke arah timur Sikka. Perjalanan dengan menggunakan kendaraan terpaksa terhenti di Dusun Wodong karena akses jalan yang hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Semua kendaraan dititipkan di rumah warga Dusun Wodong dan harus berjalan kaki sejauh 3 km dengan topografi perbukitan dan gersang.

Kondisi jalan menuju Dusun Wairbukang Sikka. (Foto: Edmon Mof/Florespost.co)

Selain itu jalan yang dilewati penuh bebatuan, tanjakan serta harus menyebrangi sungai. Titik terberat dalam perjalanan ini adalah saat memasuki jalan dengan kemiringan 60 derajat sejauh 400 m. Melelahkan. Memang ada jalur alternatif yang lebih landai atau kontur tanjakan sekitar 30 derajat, tetapi lebih jauh sekitar 4 km dan sangat panas karena savana tanpa pohon yang rindang.

Tim akhirnya tiba di Dusun Wairbukang yang ada di tengah hutan lindung wilayah Kecamatan Waigete.

“Kami lalu disambut dengan wajah cerianya anak-anak yang sudah lama mendambakan perhatian dan bimbingan,” kata Joseph.

Joseph menuturkan, tidak berbasa basi, kami langsung membaur bersama anak anak. Ada juga para orang tua yang datang dari perbukitan sebelah kampung itu ikut mengantarkan anaknya. Kami lalu bermain, berceritera bersama anak-anak. Sementara kami bermain bersama anak-anak, beberapa teman sedang berbagi cerita atau sharing dengan para orang tua yang juga hadir pada saat itu.

Jedison Joseph saat membagikan seragam sekolah kepada anak-anak di Dusun Wairbukang. (Foto: Edmon Mof/Florespost.co)

Semangatnya anak anak yang membuat kami hampir lupa untuk kembali. Ternyata masih banyak anak anak negeri di wilayah pedalaman yang  membutuhkan perhatian khusus soal pendidikan dan kesehatan, ungkap Joseph.

“Soal makan, walau kami gagal panen tapi kami masih bisa makan. Tapi soal pendidikan dan kesehatan, kami buta,” kata seorang ibu yang ikut menghantarkan anaknya.

Joseph (6/9/2017) mengatakan, dalam kunjungan kali berikutnya sekaligus kami akan bersama dengan tim medis dalam hal ini dokter dan perawat sehingga mereka bisa mendapatkan pemeriksaan kesehatan. (Kontributor Maumere: Edmon Mof/YS/Florespost.co)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here