Beranda Sastra Puisi: Bawalah Aku Kembali, Tuhan

Puisi: Bawalah Aku Kembali, Tuhan

218
0
Ilustrasi (foto: pixabay.com)

FLORESPOST.CO :

Puisi Vinsensius Jemali*

Bawalah Aku Kembali, Tuhan

 
Bergema suara lonceng Gereja di angkasa
Selembut bayu meresap ke dalam jiwa
Kidung mazmur subuh bergema
Seketika hati terpaut padaNya
Tak perlu banyak tanya laksanakan perintahNya
 
Dalam keheningan pagi
Pikiran menyibak langkah demi langkah tertoreh
Membuka cakrawala harapan
Akan masa masa depan bersama Sang Khalik
 
Tuhan, ketika jejak-jejak itu tersingkap
Kutemui duri-duri tajam menggores
Duri-duri lupa akan orang tua
Onak-onak duri tak peduli pada saudara-saudari
Duri-duri ketidaktaatan pada Sang Sabda
 
Tuhan, ketika langkah direnung kembali
Terlihat perseteruan telah terukir
Kata-kata kasar terpahat
Caci-caci maki terjalin
Lumbung permusuhan dibangun
 
Tuhan, ketika jejak-jejak itu dicerah
Ketidaksetiaan disingkap
Ketidaktaatan disadap
Ketidakharmonisan disoroti
Keangkuhan dipantau
 
Tuhan, aku adalah untaian dosa
Lalai kini lucuti sadarku sebagai manusia yang sama
Bersama kebodohan akal menyeretku untuk miliki segalanya
Tuhan, tak kubiarkan hari-hariku terjalin dalam kepahitan
Tak kuinginkan imanku terkoyak oleh dosa
Tak kusetujui hidupku ditutupi kelamnya keserakahan
 
Tuhan, kalau Engkau mau
Sandingkanlah aku dengan kasihMu
Peliharalah aku dengan harapanmu
Lindungilah aku dengan mazmurMu
Bentengilah aku dengan perisai iman
 
Tuhan, kembalikan aku padaMu
Karena Engkau adalah awal dan akhir
Ke dalam tanganMu
Kupasrahkan hidupku        
*****

*)Penggiat Sastra, Bekerja di SMK Kesehatan Elanus Ruteng, Tinggal di Ruteng, Manggarai, NTT.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here