Beranda Ekobis Galian C Salah Satu Andalan Penyumbang Terbesar PAD Manggarai

Galian C Salah Satu Andalan Penyumbang Terbesar PAD Manggarai

301
0
Kepala Badan Keuangan Kabupaten Manggarai, Willy Ganggut. (Foto: Adi Nembok/Florespost.co)

FLORESPOST.CO, Ruteng Galian C dan Pajak Bumi dan bangunan (PBB) masih menjadi andalan sebagai penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Demikian keterangan Kepala Badan Keuangan Kabupaten Manggarai, Willy Ganggut kepada Florespost.co, di ruang kerjanya.

Menurut Willy, penutupan sejumlah lokasi galian c yang terjadi di Kabupaten Manggarai untuk sementara belum berpengaruh terhadap target PAD dari sektor galian c ini, apalagi untuk sementara realisasi fisik proyek juga masih kecil.

“Untuk sementara dampak dari penutupan sejumlah lokasi tambang galian c belum berpengaruh terhadap PAD kita,” kata Willy.

Tercapai atau tidak target PAD dari sektor galian c ini, lanjut Willy, baru akan diketahui perkembangannya pada bulan Oktober hingga November 2017 nanti, sebab pada saat itu semua pengerjaan proyek di Kabupaten Manggarai telah berakhir.

“Minimal akhir bulan oktober nanti kita bisa tahu seperti apa target dari galian c ini. Memang untuk saat ini sudah ada punggutan dari galian c tapi tidak seberapa jika dibandingkan nanti setelah semua paket proyek selesai dan ada pengajuan termin pembayaran kita potong memang galian c dan biasanya bulan November kita sudah tahu persis realiasi PAD dari sektor galian c tersebut,” kata mantan Sektetaris Inspektorat Kabupaten Manggarai ini.

Selain galian c, penyumbang PAD terbesar lainnya untuk Kabupaten Manggarai, menurut Willy, bersumber dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan saat ini penagihan PBB masih fokus di wilayah Kecamatan Langke Rembong.

Willy menjelaskan, sementara target PAD Kabupaten Manggarai dari semua sektor setiap tahun terus meningkat. Untuk tahun 2016 lalu, dari target PAD sebesar Rp.78 milyar lebih yang terealisasi sebesar 97 persen.

Sedangkan untuk tahun 2017 ini, dari target PAD sebesar 96 milyar lebih, yang baru terealisasi 37 persen lebih, jelasnya.

Tahun 2018 mendatang, ungkap Willy, Badan Keuangan memasang target PAD sebesar Rp.100 milyar.

“Dari pengalaman-pengalaman yang sudah ada, realisasi PAD belum ada yang mencapai 100 persen, paling mentok di 99 persen,” ujar Willy. (Adi Nembok/Florespost.co)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here