Beranda Florata News Gara-Gara Rambut, Siswa SD Ini Dipukuli Gurunya Hingga Berdarah

Gara-Gara Rambut, Siswa SD Ini Dipukuli Gurunya Hingga Berdarah

1065
0
Foto: Ilustrasi

FLORESPOST.co, Adonara – Kekerasan di dunia pendidikan kembali terjadi. Kali ini seorang oknum guru berinisial MJ, guru mata pelajaran Matematika di SDI Senadan, Desa Helanlangowuyo, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur (Flotim), memukul AW seorang siswa kelas III hingga kepalanya berdarah.

Ibu korban Emiliana Notan (36) menuturkan pemukulan itu terjadi, hanya karena soal rambut anaknya yang telah dicukur dua hari lalu. MJ menurut Emiliana mempersoalkan rambut AW yang dinilai cukurannya belum terlalu pendek.

“Pada hal banyak kok anak-anak yang rambutnya masih panjang di dalam kelas. Lalu, kenapa yang dipukul hanya anak saya sendiri”, ujarEmiliana kepada Florespost.co, melalui  layanan pesan pendek (SMS), Senin (11/9/2017).

Menurut Emilia, jika cukuran rambut anaknya memang dinilai bermasalah, maka  seharusnya sebagai tenaga pendidik yang baik, MJ memberikan teguran dengan cara yang baik pula atau mmemberikan  hukuman yang pantas bukan dengan cara kekerasan.

Ia melanjutkan MJ memukul anaknya AW sebanyak dua kali dengan mengunakan bambu kuning. Pukulan pertama membuat kepala anaknya bengkak. Lalu, pukulan kedua bambunya retak sehingga kepala anaknya terluka.

“Akibat dari pukulan tersebut anak saya merasa pusing, kepalanya berdarah. Lalu ia tinggalkan ruangan kelas menuju ke rumah. Jujur sebagai orang tua saya sangat kecewa atas tindakan dari oknum guru itu, ” katanya.

Dikatakannya, menghukum anak murid dengan cara memukul di kepala, apalagi sampai berdarah itu sudah melampaui batas, apalagi dilakukan oleh seorang pendidik (guru).

“Sudah ada kejadian anak murid meninggal karna dipukul di bagian kepala. Dan memukul di kepala anak,  itu bisa berpengaruh pada otak dan tengkorak anak sendiri. Saya pikir mereka sebagai guru lebih paham tentang hal ini,” ungkapnya  kecewa.

Ia mengharapkan agar oknum guru tersebut diberikan teguran oleh pimpinan di sekolahnya agar kejadian serupa tidak terulang lagi pada siswa-siwi lain. Karena, sejak kejadian tersebut, ada kekahwatiran dari orang tua lainnya yang mengetahui pristiwa ini anak mereka juga kelak akan diperlakukan serupa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PPO) Kabupaten Flotim, Bernadus Beda Keda, yang dikonfirmasi terpisah media ini mengatakan hingga saat ini laporan terkait kasus pemukulan tersebut belum diterimanya. (Stanis/Florespost.co)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here