Beranda Nusantara Gubernur Buka Jambore Kader Posyandu dan PKK Tingkat Provinsi NTT

Gubernur Buka Jambore Kader Posyandu dan PKK Tingkat Provinsi NTT

280
1
Para kader Posyandu dan kader PKK (istimewa)

FLORESPOST.co, Kupang Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya membuka dengan resmi Jambore Kader Pos Pelayanan Keluarga Berencana – Kesehatan Terpadu (Posyandu) dan Kader Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tingkat Provinsi NTT di halaman Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Jl El-Tari Kupang, Senin (11/9/2017).

Lebu Raya mengatakan kader PKK dan kader Posyandu dapat melakukan kerja sama mengatasi masalah kependudukan di Provinsi NTT, kerja sama antara Posyandu, PKK  dan BKKBN, kata Lebu Raya sangat penting untuk menekan angka kematian bayi dan ibu melahirkan termasuk dalam upaya perbaikan gizi anak-anak agar dapat tumbuh sehat.

“Saya minta perhatian pada gizi anak. Makanan yang diberikan kepada anak tidak harus nasi, tapi berbagai jenis pangan dapat diolah dengan baik menjadi makanan bergizi,” katanya.

Menurut Gubernur dua periode ini, pertumbuhan anak harus dijaga dengan baik. Sebab, anak yang juga generasi penerus bangsa memerlukan perhatian serius dari orang tua terutama dari aspek kesehatan. “Anak kita perlu diberikan perhatian berkaitan dengan pertumbuhan dan kesehatan. Karena mereka generasi penerus bangsa yang akan menghadapi tantangan yang lebih sulit dari kita saat ini,” tutur Lebu Raya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK NTT, Lusia Adinda Lebu Raya, mengatakan kegiatan Jambore Kader Posyandu dan PKK adalah suatu bentuk pembinaan sekaligus motivasi dan penghargaan bagi para kader Posyandu dan kader PKK berprestasi di 22 kabupaten/kota untuk dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa menuntut imbalan atau upah dari pemerintah. Sehingga kegiatan jambore ini bukan semata kegiatan tahunan tapi dapat menjadi ajang bagi para kader untuk sharing antar sesama kader.

Para kader Posyandu dan kader PKK (istimewa)

“Mengingat program Millenium Development Goals (MDGs) telah berakhir di tahun 2015 dan dilanjutkan dengan program Sustainable Development Goals (SDGs) maka kegiatan jambore ini dirancang agar para kader Posyandu dan kader PKK dapat mengikuti berbagai kegiatan termasuk panel diskusi yang dapat meningkatkan kapasitasnya,” tutup Lusia Adinda.

Turut dihadiri Wakil Gubernur NTT, Benny A. Litelnoni, Wakil Ketua TP PKK NTT, Fransisca  Litelnoni, unsur Forkopimda NTT dan Pimpinan OPD tingkat provinsi NTT. Pembukaan Jambore kader Poyandu dan kader PKK, diawali dengan defile para kader dari 22 kabupaten/kota se NTT.

Para kader Posyandu dan kader PKK (istimewa)

Rangkaian kegiatan tersebut juga diwarnai dengan penyerahan bantuan secara simbolis KIT permainan ular tangga untuk perilaku hidup bersih dan sehat serta permainan Aku Bangga Aku Tahu tentang HIV.

Selain itu, diwarnai berbagai lomba yang sudah dilakukan  sejak 10 September hingga 13 September 2017, meliputi lomba pidato antar ketua dan sekretaris TP PKK, lomba penyuluhan diikuti para kader, lomba ketrampilan pengisian kartu pemantauan bayi dan lomba penyuluhan kepada orang tua bayi. (SP Biro Humas NTT/Emanuel Bataona/Florespost.co).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here