Beranda Florata News PDAM Sowan ke Rumah Gendang Pulang, Bangun Jaringan Pipa pun Direstui

PDAM Sowan ke Rumah Gendang Pulang, Bangun Jaringan Pipa pun Direstui

48
0
Sejumlah warga Kampung Pulang,Desa Cambir Leca,Kecamatan Satar Mese Barat menolak pemasangan jaringan pipa air minum milik PDAM (Foto:Florespost)

FLORESPOST.co,Ruteng – Warga kampung Pulang desa Cambir Leca kecamatan Satar Mese Barat kabupaten Manggarai,NTT akhirnya mengizinkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Komodo Manggarai untuk melanjutkan pemasangan jaringan pipa air di tanah ulayat mereka.

Sebelumnya pada Senin (11/9) lalu, puluhan warga kampung Pulang mencegat pemasangan pipa PDAM di atas tanah ulayat mereka. Alasnnya, pihak PDAM belum meminta restu tetua adat gendang Pulang.

Kasubag Humas Polres Manggarai Ipda Daniel Djihu kepada Florespost.co di Ruteng, Jumat (15/9)  menjelaskan pihak pemerintah Kabupaten Manggarai bersama PDAM sudah bertemu dengan tetua adat di rumah gendang Pulang pada Kamis (14/9/2017) kemarin.

Baca Juga:Warga Kampung Pulang, Satar Mese Barat Tolak Pemasangan Pipa PDAM

Dalam pertemuan itu dari pemerintah kabupaten Manggarai hadir Asisten I Frans Kakang dan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Jhon Mbombo. Sedangkan dari PDAM hadir Klemens Man, Direktur PDAM.

Hadir juga camat Satar Mese Barat Gantas Fenansius, kepala desa Cambir Leca dan kepala desa Hilihintir. Kemudian, Bhabinkamtibmas desa Hilihintir Brigpol Arsel Liunima dan empat orang anggota TNI dari Koramil Iteng.

Dalam pertemuan itu, warga masyarakat adat kampung Pulang memberikan izin kepada PDAM untuk meneruskan pemasangan pipa di atas tanah mereka.

Baca Juga:Ini Alasan Warga Kampung Pulang, Satar Mese Barat Tolak Proyek Pipa PDAM

Menurut Ipda Daniel, selain menyetujui pengerjaan kembali jaringan pipa, tua gendang kampung Pulang dan sekitar 50 warga lain meminta Pemkab Manggarai untuk memberikan pelayanan listrik ke kampung Pulang dan satu jaringan air minum bersih khusus ke Rumah Gendang Pulang.

Masyarakat juga meminta PDAM agar menanggung biaya akomodasi sebesar Rp 30 juta untuk upacara adat kepada leluhur lingko (tanah ulayat) di sekitar mata air dan yang dilewati jaringan pipa.

Selain itu, setiap kebutuhan yang berkaitan dengan urusan adat di gendang Pulang, PDAM harus ikut berpatisipasi. (Adi Nembok/Florespost.co)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here