Beranda Headline Guru SMAN 2 Langke Rembong Protes Pengangkatan Kembali Kepsek Yang Lama

Guru SMAN 2 Langke Rembong Protes Pengangkatan Kembali Kepsek Yang Lama

141
0
(dari kanan ke kiri dalam foto) Tarsi Jayagoni, Bernadus Nabu, dan Roberta Mutis. (Yuga Yuliana/Florespost.co)

FLORESPOST.co, Ruteng – Para guru di SMA Negeri 2 Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, melakukan aksi protes atas pengangkatan kembali Drs. Jebadu Wilhelmus menjadi Kepala Sekolah SMAN 2 Langke Rembong.

Protes ini terjadi lantaran Dinas PPO NTT melalui UPTD Pendidikan Wilayah VII Manggarai Raya bukannya mengangkat kepala sekolah (kepsek) baru, malah mengangkat kepsek lama, sementara kepsek yang lama sedang sakit.

Sebelumnya, di SMAN 2 Langke Rembong sudah ada PLH, yakni Tarsius Jayagoni yang mendapat SK sebagai PLH sejak tanggal 22 Agustus 2017 sampai 14 September 2017.

“Sejak 22 Agustus sampai 14 September 2017 saya diangkat sebagai PLH Kepsek SMAN 2 Langke Rembong,” kata Tarsi.

Tarsi menjelaskan, lalu ada SK lagi dari Dinas Pendidikan NTT yang mengangkat kembali kepsek yang lama yakni Jebadu Wilhelmus menjadi kepsek.

Menurut Tarsi, SK tersebut membuat para guru protes. “Secara pribadi saya terima tapi teman-teman guru merasa heran dan terkejut,” katanya.

Tarsi menambahkan, sejak dapat pemberitahuan kalau kepsek yang lama diangkat kembali dirinya langsung serahkan kunci dan semua tugas kepada kepsek yang lama.

“Sebelum menjadi PLH, di sini saya jadi kepsek definitif. Karena kepala yang lama sakit, yang bersangkutan mengundurkan diri lalu saya jadi PLH. Sekarang ada SK baru kepsek lama diangkat lagi. Ini yang membuat guru-guru protes dan mogok mempertanyakan SK tersebut,” ujar Tarsius, Jumat (15/9/2017).

Tarsius yang ditemui bersama dua guru SMAN 2 Langke Rembong, Roberta Mutis dan Bernardus Nabu mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan sikap kepada UPTD Pendidikan Wilayah VII  Manggarai Raya dan pihaknya masih menunggu penjelasan.

Roberta Mutis mengatakan, pihaknya merasa heran dan terkejut. “Pasalnya, sudah ada PLH kenapa tidak ditetapkan jadi kepsek defenitif saja malah angkat kepsek lama yang kini sedang sakit,” ujarnya.

“Kenapa tidak angkat kepsek baru. Bukan kami mogok agar Pak Tarsius jadi kepsek di SMAN 2 Langke Rembong, tapi kenapa tidak angkat saja kepsek yang baru. Kepsek yang lama sedang sakit. Seharusnya, pihak UPTD cek di lapangan. SK ini buat kami heran,” ujar Roberta.

Pihak sekolah pun mengaku sudah dua hari sejak Kamis (14/9/2017) dan Jumat (15/9/2017) di SMAN 2 Langke Rembong tidak ada kegiatan belajar mengajar meskipun para siswa masuk kelas.

Muhamad Gaus, Kepala UPT Pendidikan Wilayah VII, Manggarai, Mabar dan Matim, ketika hendak dijumpai Florespost.co tidak berada di tempat. Diakui oleh stafnya sedang berada di Kupang. (Yuga Yuliana/Florespost.co)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here