Catatan Lepas : Lembata Masih Sakit

oleh
Nethal Kedaman, Mahasiswa IKIP Budi Utomo Malang, Asal Lembata. (Foto/Dok.Pribadi)

FLORESPOST.co:

Catatan Lepas : Lembata Masih Sakit

Oleh: Nethal Kedaman*

 

Apresiasi yang sedalam-dalam kepada Pemerintah Kabupaten Lembata atas terobosan One Point Zero dan Two Point Zero sebagai langkah menyembuhkan “sakit” perekonomian Lembata. Tak kurang sedikit pun rasa hormat, kepada pemerintah sebagai pencetus terobosan ini yang katanya sudah menjadi langkah kuratif menata ekonomi Lembata enam tahun silam (aksiterkini.com).

Meski demikian, sebagai anak tanah Lembata, kita mesti peka dengan kondisi birokrasi dan kebijakan-kebijakan saat ini dan enam tahun silam sehingga menjadi pedoman kepemimpinan bupati dan wakil bupati ke depannya.

Gagalnya One Point Zero

Two Point Zero saat ini hadir melengkapi One Point Zero semasa kepemimpinan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur periode 2012-2016. Kedua terobosan ini juga menjadi penopang terwujudnya visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Lembata saat ini sebagai daerah yang produktif dan berdaya saing. Namun, miris sekali bahwa bapak Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday, SE, M. Si sendiri skeptis, kurang percaya terhadap terobosan terdahulu, One Point Zero yang belum membawa angin segar bagi perekonomian masyarakat Lembata.

Rasa kurang percaya itu kemudian membentuk sikap tegas dosen Faklutas Ekonomi Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang ini dengan ingin diimplementasikannya tiga hal yakni reorganisasi, yakni pembentukan nilai-nilai baru, kelembagaan baru agar terbentuk keserasian dalam tubuh organisasi supaya seirama membangun Lembata di atas aturan-aturan yang benar, restrukturasi adalah konsekuensi dari reorganisasi untuk menata tugas dan orang-orang, sedangkan redesign adalah mendesain ulang organisasi dalam rangka menjamin keberlanjutan (baca di aksiterkini.com).

Berdasarkan KBBI offline V 0.1.5 Beta (15), reorganisasi berarti penyusunan kembali (pengurus, lembaga, dan sebagainya), penantaan kembali (pengurus, lembaga, dan sebagainya), restrukturasi berarti penataan kembali (supaya struktur atau tatanannya baik), dan redesign di mana berasal dari kata desain yang memiliki arti proses untuk membuat dan menciptakan objek baru, dan imbuhan awal re- yang berarti bentuk terikat sekali lagi; kembali. Maka, redesain memiliki arti kembali membuat/menciptakan objek baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *