Festival Seni Budaya Flobamorata Rayon III Diselenggarakan di Matim

oleh
Pengalungan perwakilan rombongan peserta festival seni budaya Flobamorata Rayon III (Foto: Rosis Adir/Florespost.co)

FLORESPOST.co, Borong – Festival Seni Budaya Flobamorata Rayon III diselenggarakan di Borong, Ibu Kota Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gelaran yang mengusung tema “Dari NTT untuk Dunia” tersebut berlangsung selama tiga hari, yaitu tanggal 10 hingga 13 Oktober 2017.

Bupati Matim, Yosep Tote, M.Si, dalam pidatonya yang dibacakan Andreas Agas selaku Wakil Bupati Matim saat acara pembukaan kegiatan itu mengatakan, festival budaya yang diselenggarakan ini merupakan ajang memperlihatkan segala kreativitas, kapabilitas, kolaborasi, peragaan seni tari sebagai representasi pola hidup masyarakat Flores dan Lembata yang seimbang dan selaras dengan perkembangan generasi ke generasi yang maju sebagai generasi yang berbudaya dan berkarakter.

Selain itu, kata dia, penyelenggaraan Festival Seni Budaya se-daratan Flores dan Lembata tahun 2017 merupakan salah satu wujud nyata dari kepedulian masyarakat dan pemerintah untuk melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya dalam rangka memperkuat budaya nasional.

“Kesadaran untuk terus menerus mengembangkan dan melestarikan seni budaya daerah pada hakikatnya bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama, baik seniman, budayawan, masyarakat maupun pemerintah,” jelasnya.

Bupati Matim berharap agar event tahunan tersebut dapat menjadi wahana untuk menumbuhkan semangat dan motivasi dalam upaya menggali, melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai seni budaya yang hidup, tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat.

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT, Kosmas Lana, mengungkapkan bahwa penentuan Borong sebagai tempat berlangsungnya Festival Seni Budaya, merupakan pilihan yang tepat, karena Borong merupakan salah satu kota di NTT yang secara terus menerus dikembangkan untuk menjadi tujuan wisata pada masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *