Opini: Cerita Di Balik Si Kulit Bundar

oleh
Pertandingan antara Grean Peace versus Nterlango, Selasa (10/10/2017) (Foto/Evan Lahur)

FLORESPOST.co :

Cerita Di Balik Si Kulit Bundar

Opini Evan Lahur*

 

Selasa (10/10/2017) cuaca di sekitar stadion Golo Dukal tampak kurang bersahabat. Di lapangan pertandingan tampak dua tim yang bertanding yakni SMAK St. Klaus Kuwu berhadapan dengan SMAK St. Thomas Aquinas Ruteng yang dilanjutkan dengan pertandingan antara Grean Peace versus Nterlango.

Dari dua pertandingan ini,tim SMAK St. Klaus Kuwu dan tim Grean Peace berhasil meraup kemenangan dari lawan-lawannya. Ada pemandangan yang berbeda dari dua pertandingan tersebut. Pertama, ketika sang pencetak gol sukses menyarangkan bola ke gawang lawan, selebrasi khas anak muda penuh kegembiraan pun diadakan.

Kedua, tak kala peluit panjang tanda akhir pertandingan dibunyikan, para pemain dari tim yang berhasil meraup kemenangan larut dalam kegembiraan. Bersama kelompok suporter masing-masing tim, mereka berteriak girang tanda kebanggaan akan kemenangan yang baru diraih. Dua hal ini menjadi harapan tersurat diadakannya gelaran kompetisi usia muda U-19 ini. Jika mau dikata, inilah kompetisi sepak bolanya anak muda Manggarai, penuh energik dan suportivitas.

Toh, Stadion Golo Dukal masih ada koq!

Apakah para pembaca menyaksikan gelaran kompetisi ini di tiga hari berturut-turut? Jika anda belum menyaksikan, agendakan waktu anda untuk menyaksikan kompetisi ini. Bagi penulis dan ratusan pasang mata yang setia duduk di tribun barat stadion Golo Dukal, pertandingan U-19 ini kembali menegaskan bahwa stadion Golo Dukal itu masih ada.

Mari kita urutkan satu persatu pertama ruang ganti pemain pun mulai digunakan. Namun jangan berharap para pemain akan duduk manis di kursi empuk ala stadion Santiago Bernabeu, Madrid. Kedua tim ditemani oleh cahaya ruangan yang agak gelap, bau yang kurang sedap, lantai yang sangat kotor dan coretan liar di tembok ruangan.

Kedua, tribun stadion Golo Dukal pun mulai dipadati oleh ratusan pasang mata, lebih khusus di tribun barat. Namun jangan kaget ketika dari balik pohon sensus di tribun timur dan selatan kita akan menjumpai para penonton yang muncul tiba-tiba dan duduk manis menyaksikan jalannya pertandingan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *