Beranda Feature Narasi (Pengalaman Nyata): Sepotong Rindu untuk Adik Tiri (Aku menyesal sebagai kakak...

Narasi (Pengalaman Nyata): Sepotong Rindu untuk Adik Tiri (Aku menyesal sebagai kakak untukmu)

491
8
Itok sedang makan malam bersama adik tirinya, sambil duduk di lantai tanah. Cara Itok menuruti adik tirinya adalah bukti kasih sayangnya. (Foto/Itok Aman)

FLORESPOST.co :

Narasi Itok Aman*

Sepotong Rindu untuk Adik Tiri (Aku menyesal sebagai kakak untukmu)

 

Halo adik, apa kabar?

Maafkan aku atas nama rindu.

Aku menulis sesuatu tentang kita.

Tentang bagaimana kita mematahkan persepsi orang-orang tentang ‘tiri’.

Banyak yang bilang, adik tiri, anak tiri, atau ibu tiri, juga ayah tiri, identik dengan cinta yang jauh dari sempurna.

Tapi bagiku, tidak…!! Iya kan?

Iya..!!!  Itu setelah aku miliki kamu.

Mungkin engkau tak sempat melihat wajah ibuku, apa lagi caranya berbagi cinta. Engkau tak sempat rasakan cintanya.

Tapi aku, ibumu menjadikanku anaknya. Begitu juga aku membuka hati menerimanya menjadi ibuku.

Aku merasakan cintanya sama seperti cinta ibuku. Dia tak seperti cerita ibu tiri dalam sebuah dongeng atau hikayat yang cerewet, yang pilih kasih, yang pilih-pilih saat membagi nasi, yang pakai hitungan saat membagi lauk sewaktu kita makan, yang sembunyikan jatah untuk anaknya lebih dari jatah untuk anak tirinya.

Tapi ibumu, tidak begitu.

Ia melihat aku seperti kamu.

Kamu yang melonjak dari rahimnya.

8 KOMENTAR

  1. Semoga yg sama untuk yg lain juga ..

    So proud of u n thanks for the best story, inspirasi banget kak..
    Salam kenal ee kae,

  2. Ahhhhhhh
    Sungguh air mataku tak henti hentinya menetes (siang siang nguras emosi SIAL)
    Kita punya kisah yang sama ka
    Dan aku tak pernah memanggil mareka (mama n ade boy) dengan kata Tiri bahkan aku gak terima jika ada orang yang membedakan kami
    Because i love my famili
    Love my mom
    Love my brother
    Mamaku panutanku
    Wanita yang mengajarkanku untuk mencintai tanpa Tapi
    Dan yg selalu andalkan Tuhan dalam segala hal

  3. Ahhhhhhh sungguh air mataku tak henti hentinya mengalir (nguras emosi siang siang)
    Kita punya kisah yg sama
    Masih ingat dengan jelas dalam benakku mama pergi ketika kami masih kecil kecil si sulung kelas 2 SD Aku TK dan si bungsu masih 2 tahun ketika aku kelas tiga SD Tuhan mengirim seorang malaikat tak bersayap untuk kami
    Ya dia si mama sambungku mama kesayangan kami
    Dan kami juga di kasih Tuhan seorang Ade kecil yg begitu lucu dia sihh Junior boyyy
    Sampai saat ini aku suka gak terima kalau ada orang yang membedakan dan menjelek jelekin dengan kata Tiri
    Rasanya sakit dan pengen banget ngajak itu orang yang ngomong nimbrung di kami punya rumah barang kali seminggu agar dia tau bagaimana kehidupan kami yang sebenarnya
    Mamaku wanita yang luar biasa
    Panutanku
    wanita
    Yg mengajarkan aku tentang mencintai tanpa Tapi
    selalu andalkan Tuhan dalam segala hal

    love mama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here