Kepala Desa di Lembata yang Selingkuh dengan Calon Pengantin Dipecat

oleh
Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Laranwutun menggelar rapat dengar pendapat bersama masyarakat Desa Laranwutun terkait terkait kepala desa yang tertangkap selingkuh, Rabu 8 November 2017 (Foto: Emanuel Bataona/Florespost)

FLORESPOST.co, Lewoleba – Kepala Desa Laranwutun Kecamatan Ile Ape berinisial GKL ketahuan selingkuh dengan seorang perempuan yang hendak menikah. Hubungan terlarang ini diketahui dari razia aparat kepolisian Resort Lembata, belum lama ini.

Merespons kasus tersebut, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Laranwutun menggelar rapat dengar pendapat bersama masyarakat Desa Laranwutun terkait persoalan yang sedang melilit kepala desa mereka.

Rabu, 8 November 2017, BPD Desa Laranwutun, menggelar rapat di kantor desa tersebut, bersama semua masyarakat. Rapat yang berlangsung sejak pukul 11.00 dan berakhir sekitar pukul 14.30 itu berjalan alot.

Banyak warga menyoroti bahkan mengaku menyesal dengan perbuatan GKL, kepala Desa Laranwutun yang tertangkap tangan oleh aparat kepolisian, bersama pasangan selingkuhannya di Hotel New Anisa Lewoleba, beberapa waktu lalu.

Salah satu tokoh perempuan, Teodora Tuto mengaku menyesal dengan perbuatan GKL. Perbuatan tersebut dinilai tidak mencerminkan statusnya sebagai pemimpin masyarakat. “Ini memalukan. Ini soal moral yang sudah mencoreng nama baik desa,” ungkap Teodora.

Lebih jauh, Ibu Dora, sapaan akrab Teodora Tuto, meminta agar BPD jangan menganggap sepele perbuatan GKL tersebut. Baginya, ini persoalan serius yang segera ditangani. Bahkan menurut Ibu Dora, GKL harus diberhentikan dari jabatan Kepala Desa Laranwutun.

Sebelumnya salah satu tokoh masayarakat, Dominikus Kai pun memberikan pendapat kepada BPD bahwa setelah pemberhentian jabatan kepala desa, BPD harus membuat rekomendasi kepada Badan Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan khusus terhadap penggunaan dan pengelolaan dana desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *