Beranda Feature Kisah Mama-mama Lembata Membuat Jagung Titi

Kisah Mama-mama Lembata Membuat Jagung Titi

152
0
Jagung titi, makanan khas Lembata hasil olahan ibu-ibu (Foto: Emanuel Bataona/Florespost)

FLORESPOST.co, Lewoleba – Berkunjung ke kota Lewoleba dan desa-desa di Kabupaten Lembata serasa belum lengkap kalau tidak menikmati jagung titi, makanan lokal masyarakat etnis Lamaholot yang berasal dari jagung yang disangrai (goring) dan dilempengkan atau berbentuk ceper.

Jagung titi (jagung tumbuk) sejak dahulu merupakan makanan khas yang dibuat dan dimakan  baik sendiri maupun dihidangkan kepada para tamu yang datang ke rumah bersama kopi atau teh.

Menurut Maria Kloung seorang ibu asal Lamalera kepada Florespost.co yang menemuinya belum lama ini, jagung titi sudah ada sejak jaman dahulu. Dulu, kata dia, orang hanya makan jagung titi saat minum teh atau kopi.

Mama Kloung sapaannya mengaku, keahlian membuat jagung titi diwariskan dari ibunya dan ibunya diwariskan dari sang nenek. Regenerasi dalam belajar membuat jagung titi ini tetap terjaga.

Jagung titi terang warga desa nelayan Lamalera ini, sebenarnya proses pembuatannya mudah, hanya perlu kecepatan dalam mengambil jagung yang digoreng (sangrai) di dalam tembikar di tungku batu. Lalu, dilempengkan dengan cara ditumbuk menggunakan batu.

“Batu alasnya harus yang berbentuk ceper dan batu untuk menumbuknya pun harus ceper tidak boleh terlalu besar sehingga bisa digenggam di tangan,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here