Generasi Muda Lembata Perlu Memahami Sejarah Lembata

oleh
Keluarga Besar Mahasiswa Pemuda Lembata Jabodetabek (Kemadabaja) berdiksusi di Tugu Proklamasi – Matraman Jakarta, Sabtu 11 November 2017.

FLORESPOST.co, Jakarta – Kabupaten Lembata memiliki keunikan dalam memperjuangkan pemekaran menjadi kabupaten. Jauh sebelum terjadinya  pemekaran provinsi dan kabupaten di wilayah Indonesia, pada tahun 1954 masyarakat Lembata sudah mendeklarasikan otonomi untuk menjadi kabupaten sendiri.

Namun demikian, keunikan yang dimiliki Lembata ini dalam perjalanan kabupatennya sejak pemekaran dari kabupaten Flores Timur tahun 1999, tidak banyak memberikan perhatian pada sejarah perjuangan otonomi Lembata termasuk cita-cita yang pernah dirumuskan para pendahulu sepanjang sejarah perjuangan otonomi Lembata. Akibatnya banyak generasi  Lembata yang tidak tahu sejarah, bahkan Lembata terancam tidak memiliki keunikan dibandingkan kabupaten dan wilayah lain.

Untuk mendorong hal itu, diperlukan adanya berbagai upaya termasuk membangun monumen 7 Maret, memberi nama jalan dengan nama-nama pejuang otonomi Lembata, dan penerbitan buku sejarah Lembata yang bisa dijadikan muatan lokal dalam pendidikan di sekolah.

Pendapat ini mengemuka dalam diskusi yang digelar Keluarga Besar Mahasiswa Pemuda Lembata Jabodetabek (Kemadabaja), di Tugu Proklamasi – Matraman Jakarta, Sabtu 11 November 2017. Diskusi menghadirkan nara sumber, sejarahwan Thomas Ata Ladjar dan Politisi Muda Partai Golkar Viktus Murin ini dihadiri hampir 50 peserta dari kalangan mahasiswa.

Thomas Ata Ladjar dalam paparannya menguraikan dengan sangat detail sejarah masyarakat Lembata sejak zaman pra sejarah hingga zaman reformasi saat ini. Sementara Viktus Murin sebagai mantan Aktivis Mahasiswa memaparkan tentang peran dan kedudukan mahasiswa sebagai agen perubahan dalam masyarakat.

Hampir 23 bagian sejarah Lembata diuraikan Thomas Ata Ladjar, penulis beberapa buku sejarah termasuk sejarah Jakarta. Pembabakan sejarah Lembata yang diuraikan Thomas Ata Ladjar meliputi zaman pra sejarah, masuknya Agama-agama Wahyu, jejak kolonial di Lembata, periode dua kerajaan Islam di Lembata, sejarah pendidikan, sejarah kebencanaan,  perjuangan otonomi Lembata, dan sejarah kebudayaan dan masyarakat Lembata .

Menurut Thomas Ata Ladjar, pengetahuan akan sejarah Lembata penting artinya untuk generasi saat ini dalam membangun Lembata ke depan. Sayangnya, kata Thomas pemerintah belum memberikan perhatian serius akan penerbitan-buku-buku tentang sejarah Lembata,

“Sebenarnya ada buku yang pernah diterbitkan, tetapi buku itu tidak lengkap dan masih dipenuhi dengan berbagai kutipan dengan sumber yang tidak jelas,” kata Thomas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *