Piara 10 Ekor Babi, Seminari Tinggi St Kamilus Maumere Kembangkan Biogas

oleh
Frater Semiari Tinggi St Kamilus Maumere sedang menggali menggali tanah sedalam dua meter, tempat fermentasi dan penampungan kotoran ternak untuk biogas. (Foto; DOK Seminari St Kamilus Maumere)

FLORESPOST.co, Maumere – Penggunaan energi baru dan terbarukan yang ramah lingkungan menjadi tren baru di tengah menipisnya cadangan energi fosil. Salah satu wujud energi baru dan terbarukan itu adalah biogas, yaitu memanfaatkan sisa kotoran hewan atau ternak untuk dijadikan sumber energi, baik untuk listrik maupun untuk memasak.

Semangat menggunakan energi baru dan terbarukan berupa biogas ini juga merasuki komunitas Seminari Tinggi St Kamilus Maumere, sekolah calon pastor Ordo Camillian (MI).

Romo Dr Cyrelus Suparman Andi, MI, Formator di Seminari Tinggi St Kamilus Maumere mengatakan para frater sudah menggali tanah sedalam dua meter untuk tempat fermentasi dan penampungan kotoran ternak. Dari situ nanti gas akan diproduksi.

Selain itu, menurut Pater Andi, para frater juga sudah menaikan level kandang babi agar kotorannya langsung mengalir ke lubang penampungan atau tempat fermentasi.

Saat ini, menurut Pater Andi, Seminari St Kamilus Maumere memiliki 10 ekor babi yang dipelihara sendiri oleh para frater. Untuk kebutuhan pembuatan biogas ini, dibutuhkan minimal empat ekor babi.

Peralatan untuk biogas ini sendiri, menurut Pater Andi adalah sumbangan dari Robert Soter Marut dan keluarga. “Kompor, rice cooker dan lampu gasnya mereka yang siapkan dan juga selang pipanya,” ujar Pater Andi, Selasa (14/11/2017).

Selain membantu peralatan Robert Marut dan keluarga juga membantu tenaga teknis. “Kami siap pasir, semen batubata merah dan lokasi serta babi paling kurang empat ekor,” ujarnya.

Pater Andi mengatakan selain untuk listrik dan memasak, biogas ini juga akan menghasilkan pupuk cair yaitu dari sisa fermentasi.

“Kami sudah siapkan kebun sayuran untuk  pupuknya itu. Kita juga bisa jual pupuk organiknya itu,” ujar pastor kelahiran Manggarai, Flores ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *