Setya Novanto Dinilai Memanfaatkan Warga NTT untuk Hindari KPK

oleh
Lucius Karus, Peneliti Formappi (Foto: Istimewa/Florespost)

FLORESPOST.co, Jakarta – Ketua DPR RI Setya Novanto kembali mengkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  untuk menjadi saksi kasus dugaan korupsi e-KTP, pada Senin (13/11/2017) kemarin.

Tercatat, pria yang juga menjadi Ketua Umum Golkar itu, sudah tiga kali tidak memenuhi panggilan lembaga antirasuah itu dengan berbagai alasan.

Pada Senin kemarin, Setya Novanto berada di Kupang, NTT dan melakukan sejumlah kegiatan.

Terkait ketidakhadirannya di KPK dan berada di Kupang, Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi), Lucius Karus menilai Setya Novanto memanfaatkan warga NTT untuk menghindar dari panggilan KPK.

“Saya melihat ada tendensi “memanfaatkan” keramahan warga NTT untuk menghindar dari kewajibannya untuk taat pada proses hukum,” ujar Lucius dalam keterangan kepada Florespost.co, Selasa (14/11/2017).

Dengan mengunjungi konsituennya di Kupang, lanjut Lucius, Novanto seolah-olah menunjukkan kehadirannya sangat penting di antara warga ketimbang memenuhi panggilan KPK untuk membereskan kasus KTP elektronik.

“Padahal sebagai negara hukum, kewajiban Novanto untuk mentaati hukum sungguh sangat diperlukan karena kasus KTP elektronik yang anggarannya dikorupsi itu yang justru telah merugikan negara dan rakyat, termasuk rakyat NTT yang dikunjunginya,” ujar pria kelahiran Manggarai, Flores ini.

Menurut Lucius kunjungan ke daerah pemilihan seharusnya dilakukan setelah memenuhi panggilan KPK.

“Itu juga sebagai bagian dari tanggung jawabnya terhadap pemilih NTT yang rindu memiliki wakil rakyat yang bersih dan berintegritas,” ujarnya.

Menurut Lucius, dugaan keterlibatan Setya Novanto dalam kasus KTP elektronik sesungguhnya membebani warga NTT yang diwakilinya.

“Warga NTT yang telah memilihnya pasti dibebani oleh rasa malu karena wakil yang mereka pilih justru diduga bermasalah,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *