Puisi: Menjelang Malam

oleh
Ilustrasi (foto: piro4d)

FLORESPOST.co :

Puisi-Puisi Constan Aman*

 

sekali berdetak, detik itu berdenyut

mungkin yang terakhir kalinya sebelum malam berlayar

pagi telah berhembus di balik selimut biru bantal putih dan kasur lapuk

si perkasa berdengkur khusyuk

lelap dalam balutan kafan keremangan

tinggalah kanvas tua mensketsa rupa-rupa bergambar lalu berpendar dalam ratapan bumi dari jenaka-jenakanya

tak..tak… detik berdetak..

bisu,

kawanan cecak tua enggan mengoceh

menunggu pujangga yang ditunggu

angin merinai mengiringi langkahnya

memberi kabar di muka pintu

namun, berlalu tanpa menalkinkan sepatah sajak

tinggalah sekujur sepatu tua beriaskan kerikil dan debu kenangan

segera kuselipkan dalam dada

sebelum akhirnya aku bisa menidurkan diri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *