Puisi: Wahai Pelayanku

oleh
Ilustrasi (Foto: HansenHimself)

FLORESPOST.co :

Oleh: Emil Soge

 

Menyusuri jejak tak berbekas
telah dikikis oleh riak riak ombak
Melangkah maju mencari kata hati yang silam

Kala ia menuliskan kata hitam putih di pasir
Kata itu tentang sebuah nama sang pelita hati
Kata penuh misteri
Cerita seribu impian
Cerita seribu harapan
Impian untuk meraih bintang
Impian untuk menemukan hakikat kehidupan
Harapan akan cinta sejati
Harapan akan kasih sayang
Harapan akan menjadi pelayan yang tangguh

Wahai dikaulah pelayan kami
Melayani penuh dengan keadilan
Jangan membiarkan kami melarat tanpa ada kepastian
Mananti akan janjimu
Mengharapkan akan cintamu yang kian datang
Cinta yang hampa dan bertepuk sebelah tangan
Menunggu cintamu yang merangkul penuh kasih sayang
Kini musnah dan hilang seperti disapu ombak

Cinta menjadi madu dan racun
Kasih sayang sudah menjadi langit dan bumi
Semuanya hanya manis di bibirmu wahai sang pelita yang menerangi pertiwi ini
Cintamu hanya sebagian ruang sukuisme dan nepotisme
Semuanya menjadi semu di hadapan pencintamu. ***

Emil Soge (Foto: DOK Pribadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *