Beranda Headline Para Pelaku Pengeroyokan Berkeliaran, Korban Kecewa dengan Penanganan Kasus Polsek Adonara

Para Pelaku Pengeroyokan Berkeliaran, Korban Kecewa dengan Penanganan Kasus Polsek Adonara

34
0
Ilustrasi (sumber foto: liputan6.com)

FLORESPOST.co, Larantuka – Korban penganiayaan Adi Suhendra Lamablawa (27) merasa kecewa atas penanganan kasus oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Adonara. Pasalnya terkesan membiarkan 13 terduga pelaku pengeroyokan atas dirinya berkeliaran bebas tanpa ada penanganan dan proses hukum lebih lanjut.

Pengeroyokan yang dialami korban sudah dilaporkan ke Polsek Adonara pada 20 November 2017 lalu dengan perihal laporan penganiayaan. Para pelaku seperti pengakuan korban, sempat dipanggil lalu dilepaskan kembali oleh aparat kepolisian yang bertugas di Polsek tersebut.

Kepada Florespost.co, Minggu (26/11/2017) korban mengungkapkan kekecewaannya terhadap Polsek Adonara karena tidak mampu menangani kasus seperti yang dialami dirinya pada tanggal 20  November 2017 lalu. Setelah dilepas, para pelaku  semakin bertindak anarkis dengan mengancam akan memukul kembali korban.

“Para pelaku secara membabi buta mengeroyok dan memukul saya. Ibu saya yang membersihkan darah yang mengalir di dalam rumah kami. Ayah saya diseret keluar oleh para pelaku. Melihat saya tidak sadarkan diri para pelaku akhirnya pulang. Malah ada polisi Bhabinkamtibmas yang bertugas di Polsek Adonara menyuruh saya sebagai korban harus meminta maaf kepada para pelaku,” ungkap Adi Suhendra sembari menunjukan luka pada bagian kepalanya dan bukti surat laporannya.

Ia melanjutkan, saudarinya juga  dikejar  dan hendak dipukul  oleh pelaku berinisial JT dengan sebatang kayu, karena saudari korban protes dan tidak terima atas aksi pengeroyokan terhadap  saudaranya (korban) yang salah satunya dilakukan oleh pelaku  JT.

“Melihat kakak perempuan saya dikejar oleh JT, saya dan adik saya IL bersama paman saya YBT langsung menghampiri kakak saya. Pelaku JT langsung memanggil massa yang pada saat itu sedang berkumpul di bawah pohon mangga. Massa yang dipanggil JT pun datang dengan membawa parang,  tombak, sambil teriak-teriak dan mengancam,” urai korban.

Ia menambahkan, massapun akhirnya bertindak anarkis dengan melempari rumah korban. Paman korban yang pada saat itu mencoba melerai aksi massa pun terkena lemparan batu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here