Maraknya Kecurangan dalam Pemilu, IPAMAF Inginkan Pengawasan Partisipasi Masyarakat

oleh
Achmad Dasy, Anggota IPAMAF Jakarta (Foto: DOK Pribadi)

FLORESPOST.co, Jakarta – Provinsi Nusa Tenggara Timur akan menyelenggarakan pemilihan gubernur dan wakil gubernur tahun pada tahun 2018. Selain itu, terdapat 10 kabupaten yang juga melaksanakan pemilihan bupati dan wakil bupati.

Sementara itu diketahui masih saja terjadi pelanggaran baik administrasi, pidana maupun kode etik yang dilakukan oleh stakeholder pilkada yakni : (1) Peserta Pemilu (Partai Politik, kandidat), (2) Tim Kampanye/Tim Sukses, (3) Penyelenggara Pemilu, (4) Aparat Birokrasi, dan (5) Pemilih.

Tercatat pemilu tahun 2014 Penyelenggara Pemilu di satu kabupaten di NTT diberhentikan secara tetap karena terbukti melanggar kode etik penyelenggara pemilu.

Karena itu partisipasi masyarakat dalam ikut mengawal pildaka 2018 yang akan mendatang ini sangatlah penting sehingga bisa melahirkan pemimpin yang adil, amanah, bersih dan bermartabat.

Hal tersebut disampaikan Achmad Dasy, anggota IPAMAF (Ikatan Pelajar Mahasiswa) Jakarta, kepada Florespost.co melalui press releasenya.

Menurut Achmad Dasy, pelanggaran sistematis-terstruktur dan massif, menjadi dasar empirik yang menjadikan penting pelibatan dan partisipasi masyarakat. Pelibatan dan Partisipasi yang cukup tinggi diharapkan mampu meminimalisir dan mencegah terjadinya manipulasi suara rakyat. Partisipasi ini diharapkan mampu meminimalisir dan mempersempit ruang gerak pelanggaran terhadap kedaulatan rakyat.

“Pelanggaran pemilu khususnya yang bersifat sistematis-terstruktur, dan masif tidak lagi bisa dilakukan secara leluasa, karena pemilih turut-serta mengawasi, memantau, dan memastikan pilihannya. Maka partispasi masyarakat sipil dalam melakukan pengawasan pemilu sangatlah penting dalam mewujudkan pemilihan kepala daerah yang bersih, berkualitas, dan bermartabat untuk memperoleh pemimpin yang amanah dan bersih,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *