Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Dinilai Menghina NTT

oleh
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy . FOTO: Elshinta.com

FLORESPOST.co – Sebuah kliping koran berisi berita berjudul ‘Kualitas Pendidikan RI Masuk Ranking Bawah’ beredar viral di media sosial facebook dan WhatsApp.

Dalam berita ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mempersoalan metode dalam Program for International Students Assessment (PISA).

Pasalnya, posisi Indonesia, menurut berita dalam kliping koran tersebut, selalu berada di posisi bawah. Menurut Mendikbud, ada kesalahan pengambilan sampel yang dilakukan pengelola PISA. Contoh di Tiongkok, kata dia, sampel yang diambil ternyata dari Shanghai dan Guangzhou.

“Saya khawatir yang dijadikan sampel Indonesia adalah siswa-siswa dari NTT semua,”ujarnya.

Kutipan inilah yang memantik reaksi dari sejumlah warga NTT di media sosial.

“Apa dasarnya si Menteri ini menyebut NTT? Dengan pertimbangan apa dia mengekspresikan dugaannya bahwa sampelnya siswa ntt yg membuat grade Indonesia anjlok. Saudara menteri tahun berapa grade Indonesia tinggi? Berkacalah….sisdiknas kita memang amburadul..dan anda sendiri belum mampu membuktikan kontribusi yg memperbaiki siatem ini. Ini sangat menghina…mestinya jujur saja masih banyak yg harus diperbaiki. Kalau tidak mau repot atau maksa diri membuat satu sistem nasional….biarkan daerah daerah membuat sistemnya sendiri. Jangan dicampuri….bahkan biarkan sekolah sekolah membuat systemnya sendiri,”tulis Dr Ignas Iryanto Djou, pada akun facebook Ignas Iryanto, warga diaspora NTT,Selasa (5/12/2017).

Akun facebook bernama Imelda Man-Nggao juga menyampaikan keprihatinan yang sama atas pernytaaan Mendikbud.

“ole kasian org NTT ..seolah-olah …..tapi menteri lupa bahwa dalam survey..lembaga tsb tidak mungkin ngambil sampel hanya di satu tempat…emang NTT doang yang ada di negeri ini? ini pernyataan saya sebagai manusia berperasaan…baperan..”tulis Imelda di akun facebooknya.

Namun, menurut Imelda, pernyataan ini sekaligus menjadi cambuk bagi warga NTT untuk terus maju.

“kalau dr sisi tanpa baperan, saya menilai pernyataan ini sebagai motivasi saja utk kita di NTT..mungkin secara keseluruhan atau rata2 secara angka2 dalam ijazah atau sttb atau apapun belom menyamai yang di tempat lain..namun secara kualitas, siapa tidak tau? NTT dan orang2nya TOP dalam bidangnya.
u pa mentri,mbok ya mikir mikir kalau ngasih komentar…yang santunlah…mosok mboten ngertos?”tulisnya.

Akun Marcell Gunas, warga NTT lainnya menilai pernyataan Mendikbud tersebut merupakan representasi cara berpikir orang luar NTT melihat NTT dari jauh.

“Ini representasi cara warga Non-NTT menilai orang NTT, bukan? Menteri ngawur,”tulisnya.

Di sejumlah grup WhatsApp juga ramai berdiskusi soal pernyataan Mendikbud yang dinilai mendskreditkan NTT. Sejumlah pendapat menyebutkan, bila NTT memang terbelakang di bidang pendidikan, maka mestinya pemerintah pusat memberikan perhatian yang lebih. (PTT/Florespost.co)

5 thoughts on “Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Dinilai Menghina NTT

  1. Kita menyadari bahwa NTT masih jauh tertinggal dari propinsi lain… hendaknya pernyataan pak Mentri di jadikan sebuah cambuk sekaligus memotifasi kita untuk segera bangun dari keterpurukan.. sebagai warga NTT tentu saja kita harus malu…

  2. Kita sebagai pelajar NTT tidak boleh berkecil hati,anggap saja itu sebagai motifasi agar kita lebih giat lagi dalam proses belajar mengajarnya

  3. Kalau seperti Itu pandangannya kenapa tidak di perhatikan?? Pemimpin Tegakkan keadilan, Berantas korupsi yg merajalela di NTT. Karena NTT sebagai lumbung Koruptor maka kurang terfalitasi,kurang perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat.
    Lapangan kerja Kurang banyak Mahasiswa/i yang setelah jadi serjana nganggur.
    Sejak kapan Indonesia punya pendidikan yg terbaik sedunia??
    Korupsi saja yg terhebat.
    Wellcome to Indonesia.

  4. Bagaimana mungkin Pendidikan di NTT maju…..sementara dana pendidikan yg disiapkan dari kementrian pendidikan tidak cukup untuk mendanai pendidikan di NTT. Muhajir harus mengirim dana bantuan pendidikan sebanyak mungkin ke NTT agar bisa mencakup seluruh sekolah yg ada di NTT, jangan hanya taunya merendah pendidikan NTT ya…..sebagai menteri pendidikan berjuanglah untuk sekolah sekolah kami di NTT…..mikir….??????

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *