Opini: Ketika Kehancuran Generasi Muda Sudah di Depan Mata

oleh
Frans Anggal, Kolumnis dan mantan Pemimpin Redaksi Harian Umum Flores Pos. (Foto: Frans Anggal)

Oleh Frans Anggal*

 

Media ini memberitakan, setiap tahun jumlah pengguna narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, NTT, meningkat. Informasi ini disampaikan Kasat Narkoba Polres Manggarai Iptu Videlis Doni. “… meningkat jika dibandingkan tahun 2016 kemarin,” katanya kepada Florespost.co, Senin (4/12/2017).

Peningkatan juga terjadi secara regional. Pengguna narkoba di NTT berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2016 sudah mencapai 51.298 orang, dari sebelumnya 39.000 orang tahun 2015. Jadi, bertambah 12.298 orang atau naik 13 persen hanya dalam tempo satu tahun.

Jenis narkoba yang paling banyak digunakan? Khusus di Manggarai ganja dan tembakau gorilla. Sedangkan di Manggarai Timur pil koplo.

Siapa saja penggunanya? Baik polda maupun polres mengatakan, mayoritas pengguna adalah anak muda.

***

Di dunia, perkembangan narkoba berawal sejak 2737 SM ketika Kaisar Cina, Shen Nung, menulis naskah farmasi Pen Tsao atau Ramuan Hebat. Salah satu ramuan diamakan delight giver (pemberi kesenangan) yang ditujukan untuk kesenangan, obat lemah badan, malaria, rematik, dan analgesik (anti rasa sakit). Pada 800 SM, di India ditemukan ramuan sejenis opium yang disebut the heavenly guide. Opium banyak pula ditemukan di Cina, Mesir, Turki, dan “segitiga emas” Kamboja, Vietnam, Thailand. Pada 1973 atau 2500 tahun kemudian ditemukan antara lain di India, Cina, dan Amerika Selatan sejenis obat (drug) yaitu marijuana atau ganja yang berasal dari tanaman Linneaeus canabis sativa. Jenis inilah yang paling banyak masuk ke NTT, Manggarai, Manggarai Timur.

Kasus demi kasus narkoba yang ditangani aparat keamanan akhir-akhir ini semakin memperbanyak bukti bahwa narkoba telah meluas ke seluruh dunia. Dikonsumsi oleh berbagai kalangan, terutama anak muda, khususnya remaja.

Jika ditelisik, cukup jelas, meluasnya peredaran narkoba dipengaruhi oleh dua faktor. Faktor dari dalam diri: adanya minat, rasa ingin tahu, dan ketidakstabilan emosi. Faktor dari luar diri: adanya gangguan psikososial keluarga, lemahnya penegakan hukum, dan lemahnya sistem sekolah. Di sisi lain, komunikasi dan transportasi yang semakin lancar dan canggih memudahkan narkoba merambah hingga ke pedalaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *