Beranda Headline Grace Joanessa, Gadis Berdarah Ende yang Jadi Duta Muda untuk Pemberantasan Pekerja...

Grace Joanessa, Gadis Berdarah Ende yang Jadi Duta Muda untuk Pemberantasan Pekerja Anak

154
0
Grace Joanessa Kuncoro Putri (Foto: DOK. Pribadi/Florespost)

FLORESPOST.co, Jakarta – Masih muda tetapi sudah terlibat bersama komunitas internasional untuk memberantas praktik kerja anak di bawah umur dan kerja paksa. Itulah Grace Joanessa Kuncoro Putri (19).

Gadis berdarah Ende, kelahiran Bogor 13 Oktober 1998 ini, didaulat International Labour Organization (ILO), lembaga PBB untuk urusan ketenagakerjaan, menjadi duta muda untuk pemberantasan pekerja anak dan kerja paksa (Young Ambassador for a World Free of Child Labour and Forced Labour).

Menjadi Young Ambassadaor bukanlah pemberian cuma-cuma. Mahasiswi Jurusan Hubungan Internasional di IISIP, Jakarta ini terlebih dahulu mengikuti seleksi yang diikuti ratusan orang dari berbagai belahan dunia.

“Pada mulanya saya mendapatkan informasi tentang seleksi young ambassador untuk IV Global Conference on the Sustained Eradication of Child Labour melalui facebook. Saya mencoba peluang tersebut dengan mengirimkan esai yang berisi pandangan dan analisis saya tentang situasi pekerja anak di Indonesia dan upaya yang akan dilakukan untuk mencapai target 8.7 SDGs,” ujar Grace dalam keterangan tertulis kepada Florespost.co belum lama ini.

Kerja keras Grace rupanya membuahkan hasil. Esainya lolos dan dia pun terpilih sebagai Young Ambassador for a World Free of Child Labour and Forced Labour sebagai salah satu perwakilan dari Asia.

Ia  kemudian diundang untuk berpartisipasi dalam Global Conference yang berlangsung pada 14-16 November 2017 lalu di Buenos Aires, Argentina.

“Dari Benua Asia, saya terpilih bersama dua youth ambassador lainnya dari Myanmar dan Nepal,” ujar putri Petrus Nugroho Hari Kuncoro dan Maria Yohanista Erowati Djou ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here