Beranda Headline Taman Baca ‘Ba Gerak’ Merangsang Minat Baca Anak-anak Pelosok Manggarai

Taman Baca ‘Ba Gerak’ Merangsang Minat Baca Anak-anak Pelosok Manggarai

142
0
Anak-anak Kampung Gurung sedang membaca di halaman rumah Heribertus Gogus (Foto: DOK Pribadi/Florespost)

FLORESPOST.co, Ruteng – Baru-baru ini, masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dibuat ‘tersinggung’ oleh Menteri Pendidiakan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Dalam kutipan koran Jawa Pos edisi 4 Desember 2017, Muhadjir menanggapi soal prestasi Indonesia dalam Program for International Students Assessment (PISA) yang selalu nangkring di posisi terendah dibandingkan negara-negara lain.

Muhadjir lantas mempersoalakan hasil PISA itu. Ia mencurigai pengambilan sampel dalam program itu tidak representatif, karena dikhawatirkan hanya diambil dari satu daerah yaitu di NTT.

“Saya khawatir yang dijadikan sampel Indonesia adalah siswa-siswa dari NTT semua,” ujarnya.

Pernyataan ini, lantas menuai kecaman dari sejumlah kalangan di NTT. Mereka menilai pernyataan itu mendiskreditkan orang NTT.

Tetapi di sisi lain, ada juga yang mengatakan prestasi pendidikan di NTT memang masih jauh tertinggal di bandingkan rata-rata nasional.

Secara umum, kondisi pembangunan manusia di NTT masih di bawah rata-rata nasional. Indeks Pembangunan Nasional NTT sebesar 63,13; sedangkan rata-rata nasional sebesar 70,18. Capaian Ujian Nasional tahun 2016 provinsi NTT juga masih di bawah rata-rata nasional.

Tidak dipungkiri, pemerintah pusat juga tidak tutup mata dengan kondisi NTT. Demikian juga orang-orang NTT sendiri, sudah banyak yang dengan caranya masing-masing berusaha meningkatakan kualitas pendidikan di NTT.

Di sejumlah tempat di NTT, ditemukan banyak komunitas anak muda yang bekerja tanpa bantuan pemerintah mengambil bagian dalam upaya mencerdaskan masyarakat melalui taman baca.

Beberapa diantara orang bekerja dalam diam itu adalah dua anak muda di sebuah pelosok kampung di Manggarai, tepatnya di Gurung Desa Golo Lanak, Kecamatan Cibal Barat.

Kampung Gurung, Desa Golo Lanak, Cibal Barat, Manggarai

Keduanya adalah Heribertus Gogus dan Vonsianus Wage. Kedua anak muda ini kebetulan pernah mengeyam pendidikan tinggi dan memilih untuk bekerja di kampung.

Di luar aktivitas rutin mereka mencari sesuap nasi di desa, keduanya juga rela membagi waktu mendidik anak-anak kampung untuk memiliki semangat membaca.

Karena itu, berbekal relasi keluarga keduanya di Jakarta, kedua anak muda ini berhasil mengumpulkan ratusan buku bacaan untuk anak-anak SD di kampung Gurung.

Sejak Juli 2017 lalu, keduanya sudah berhasil mengumpulkan ratusan buku. Kebanyakan buku-buku pelajaran dan juga sejumlah komik. Buku-buku didatangkan dari Jakarta.

Setelah buku-buku sudah tersedia, keduanya kemudian mendirikan rumah baca yang mereka namakan ‘Ba Gerak’ yang artinya ‘membawa terang’.

Niat baik kedua anak muda ini ternyata disambut antusias anak-anak usia SD di kampung Gurung. Meski saat ini, untuk sementara kegiatan membaca masih menggunakan halaman rumah milik keluarga Heribertus Gogus, tetapi saban sore puluhan anak-anak SD datang membaca dengan antusias.

“Semangatnya luar biasa. Mereka sangat antusias sekali menyambut kegiatan ini. Dan mereka tiap kali pulang, minta bawah buku untuk dibaca di rumah,”ujar Heribertus kepada Florespost.co, Senin (11/12/2017) lalu.

Pria yang pernah mengeyam pendidikan tinggi di Jakarta ini mengatakan, ia dan Vonsi juga pada awalnya tidak menemukan kesulitan mengajak anak-anak untuk datang membaca.

Menurutnya, itu karena sebenarnya di dalam diri anak-anak di kampung ada kerinduan untuk membaca. Hanya persoalannya, fasilitas seperti buku tidak tersedia.

“Awalnya, hari pertama hanya sedikit yang datang. Terus kami suruh mereka setiap kalian datang harus baawah teman,”ujarnya.

Akhirnya, saat ini, menurut Heri, setiap sore belasan anak-anak usia SD berumur 8-11 tahun datang ke rumahnya untuk membaca. “Pada umumnya, mereka senang baca buku-buku pelajaran dan komik,”ujar Heri.

Kepada anak-anak itu, Heri dan Vonsi menyampaikan nasihat klasik yang menyebutkan bahwa buku adalah jendela dunia. Dengan membaca, wawasan dan nalar berpikir menjadi lebih baik.

Anak-anak kampung Gurung

Heri mengatakan, taman bacaan sederhana ini ada berkat jasa banyak orang. Diantaranya, temannya di Jakarta, Julian Avista Diaz. Julian menurunya yang mengumpulkan buku-buku tersebut dan kemdian secara swadaya mengirimkannya ke Gurung.

Dihubungi terpisah, Julian mengatakan buku-buku tersebut diperolehnya dari teman-teman kerja dan teman-teman sekolahnya dulu. Julian mengaku senang, bila anak-anak di Kampung Gurung membaca buku-buku yang dikirimnnya.

“Harapnnya, dengan adanya taman bacaan ini, anak-anak di kampung memperoleh kesempatan yang sama dengan anak-anak di kota dalam hal akese terhadap ilmu pengetahuan,”ujar perempuan berdarah Flores Timur ini. (PTT/Florespost.co)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here