Ini Penyebab Marsel Ahang Diusir dari Ruang Sidang DPRD Kabupaten Manggarai

oleh
Suasana saat petugas Pol PP Pemkab Manggarai hendak menarik Anggota DPRD Kabupaten Manggarai, Marsel Ahang. FOTO: Adi Nembok/Flores Post

FLORESPOST.co, Ruteng – Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Pol PP Damkar) Kabupaten Manggarai, NTT, mengeluarkan secara paksa anggota DPRD Manggarai, Marsel Nagus Ahang, dari ruang sidang utama DPRD Kabupaten Manggarai, Jumat (15/12/2017).

Ahang ditarik dan diusir keluarĀ  ruangan sidang karena dinilai membuat gaduh serta melanggar tata tertib (Tatib) dewan.

Pengusiran Ahang dari sidang Paripurna dengan agenda penetapan tiga buah Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) menjadi Perda tersebut, diperintahkan langsung pimpinan sidang Simprosa Gandut kepada Pol PP Damkar yang hadir mengamankan jalannya persidangan.

Pantauan Florespost.co, pengusiran Ahang berawal dari sikap ngototnya meminta eksekutif untuk menjelaskan tentang proyek Pokir yang selama ini dipersoalkannya.

Bagi Marsel Ahang, penjelasan eksekutif tentang proyek pokir sangat penting karena menyangkut kepentingan rakyat yang diwakilinya. Di samping itu, di balik proyek pokir tersebut tersimpan sebuah persoalan besar yang diciptakan eksekutif dan legislatif.

Namun menurut pimpinan sidang Simprosa Gandut, pembahasan tentang pokir tersebut sudah tidak sesuai agenda sidang lagi.

Tetapi Marsel tidak bisa menerima penjelasan Osi begitu saja. Ia tetap ngotot agar persoalan Pokir yang diangkatnya itu dijawab pihak eksekutif.

Perang mulut antara Ahang dan Gandut tidak bisa dielakkan lagi. Saling tunjuk dan saling mempertahankan argumen yang disampaikan penuh emosional membuat sidang yang dihadiri Bupati Deno, Sekda dan sejumlah Pimpinan OPD berlangsung gaduh.

“Saya terpaksa menskors sidang ini,” kata Osi Gandut menenangkan situasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *