Tarian ‘Tiba Meka’ Dipentaskan dalam Sebuah Seminar di Kampus IKIP PGRI Bali

oleh
Empat orang penari asal Manggarai saat sedang membawakan tarian Tiba Meka di IKIP PGRI Bali. FOTO: Antonius Rahu/Flores Post.

FLORESPOST.co, Bali – Untuk pertama kalinya tarian ‘Tiba Meka’ (terima tamu, red) yang merupakan tarian khas daerah Manggarai, Flores, NTT dipentaskan dalam kegiatan seminar yang diselenggarakan oleh Fakultas  Pendidikan dan lmu Pengetahuan Sosial (FP IPS) Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Bali, Sabtu (16/12/2017) pagi.

Tarian dipentaskan pada pembukaan seminar oleh empat orang penari asal Manggarai yang merupakan mahasiswi IKIP PGRI Bali yakni Felania Vera, Benedikta Sundari Marni Jinda, Reginaldis Intan, dan Yasinta Charla Yunita Lawang sontak menjadi pusat perhatian peserta seminar.

Para peserta seminar  yang terdiri dari para dosen, tamu undangan serta mahasiswa peserta seminar tampak antusias dan terpukau dengan lenggak-lenggok para penari di panggung lengkap dengan pakaian adat Manggarai.

Felania Vera yang merupakan salah seorang penari kepada Flores Post di Denpasar mengatakan awalnya mereka dipilih oleh Kepala Program Studi Ekonomi untuk membawakan tarian khas daerah Manggarai dalam seminar tersebut.

“Setelah berkonsultasi kepada pembina KBMK kami memilih membawakan tarian Tiba Meka dalam seminar tersebut,” kata mahasiswi semester VII jurusan pendidikan Sejarah ini.

Menurut Felania, sebagai mahasiswi asal Manggarai Barat Ia mengaku bangga ketika  tarian khas Manggarai itu dipentaskan di kampusnya.

“Apalagi setelah melihat para peserta yang kelihatannya sangat terhibur dengan apa yang kami bawakan,” tambahnya.

Felania juga berharap kepada mahasiswa Manggarai di daerah lain untuk tetap menumbuhkan kecintaan pada budaya Manggarai.

“Jangan merasa malu dengan budaya kita sendiri, biar orang luar juga tahu tentang budaya kita orang Manggarai,” pintanya.

Hal serupa juga diutarakan oleh Benedikta Sundari Marni Jinda, salah seorang penari lain. Menurut mahasiswi yang akrab disapa Nita itu, selama ini pihak kampus hanya menampilkan tarian khas Bali dalam acara yang diselenggarakan oleh pihak kampus.

“Akan tetapi hari ini kami merasa senang, karena pihak kampus memberikan kami kesempatan untuk membawakan tarian khas Manggarai,” katanya.

Ia mengaku sangat merasa bangga bercampur haru usai membawakan tarian tersebut dalam kegiatan resmi di tingkat kampus.

“Selama ini memang kami sering membawakan tarian khas NTT tapi itu dalam acara KBMK. Hari ini dipercaya untuk tampil di acara resmi saya pikir ini sangat luar biasa,” tambahnya.

Untuk itu, Nita berharap kepada mahasiwa lain yang berasal dari NTT agar tetap mencintai budaya dan adatnya karena adat dan budaya merupakan identitas yang melekat dalam diri setiap orang. (Antonius Rahu/Flores Post)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *