Beranda Feature Kisah Yoseph Blikololong, Pemulung yang Bangun Dua Sekolah Gratis di Kupang

Kisah Yoseph Blikololong, Pemulung yang Bangun Dua Sekolah Gratis di Kupang

161
0
Yoseph Blikololong menerima penghargaan dari pemerintah atas dedikasinya membangun pendidikan (Foto: Istimewa/Florespost)

FLORESPOST.co, Lewoleba – Yoseph Blikololong, seorang pemulung di Kota Kupang mampu mendirikan dua sekolah gratis bagi sejumlah anak dari keluarga kurang mampu di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Ada PAUD dan SMP yang saat ini tengah dirintis berkat hasil dari memulung saya yang telah ditekuni sejak 2004,” katanya, saat ditemui di kota Lewoleba Lembata Selasa (19/12).

Yosep mengaku karena keterbatasan biaya, PAUD Peduli Kasih, yang didirikan sejak 2008, menggunakan salah satu ruangan di rumahnya.

PAUD tersebut terletak di Kompleks STIBA, Jalan Timor Raya Kilometer 6, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Ia juga mendirikan SMP Surya Mandala Kupang pada tahun 2011. Ia menyewa empat ruangan bekas taman kanak-kanak, milik salah seorang pengusaha di Kota Kupang. Uang sewa per tahun untuk sekolah menengah pertama ini mencapai Rp 12 juta.

“Pembiayaan sekolah itu termasuk untuk membayar gaji atau hanya uang transport bagi sembilan guru SMP dan satu guru PAUD berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu per bulan,” ujarnya.

Yoseph mengaku, dirinya berusaha mendirikan PAUD dan SMP dari hasil memulungnya selama bertahun-tahun. Dalam sebulan, dia bisa memperoleh Rp 4 jutaan. Namun, uang tersebut harus dibagi dua dengan penyedia barang-barang yang diambilnya dari salah satu pusat perbelanjaan di Kota Kupang.

Dia mendirikan kedua sekolah itu karena merasa prihatin dengan sejumlah anak-anak di Kota Kupang yang seharusnya berada di bangku sekolah, namun dalam kesehariaan mereka hanya bermain dan berdagang.

“Awalnya niat saya ini ditolak oleh istri dan anak-anak saya. Karena memang kehidupan ekonomi kami tidak stabil, apalagi saya harus membiayai istri dan enam anak saya itu,” katanya lagi.

Namun, dalam perjalanan, secara perlahan-lahan, istri dan anak-anaknya itu kemudian mulai memahaminya, bahkan mendukung dirinya untuk mendirikan kedua sekolah itu.

Pada tahun pertama jumlah murid 50 orang. Pada tahun ajaran 2016-2017, ada 32 murid PAUD, dan sudah ada sekitar 60-an siswa SMP yang telah ditampung dan mendapatkan pendidikan secara gratis.

Atas dedikasinya ini, dia menjadi salah satu penerima Anugerah PAUD Nasional yang diselenggarakan di Ballroom Hotel Allium, Tangerang, Banten, Senin (20/11) silam.

Pemerintah memberikan penghargaan bagi para kepala daerah, pegiat, dan tokoh masyarakat yang memiliki komitmen dan dedikasi terhadap program PAUD di Indonesia.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Iriana Jokowi didampingi Mendikbud Muhadjir Effendy; istri Wakil Presiden, Mufida Jusuf Kalla, dan Ketum OASE, Erni Guntarto Tjahjo Kumolo. (Emanuel Bataona/Florespost.co)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here