Beranda Headline Puisi: Sayangnya Aku Manusia

Puisi: Sayangnya Aku Manusia

1470
0
FOTO: Ilustrasi (skeeze)

Oleh: Jhanes Harry*

 

Jika bisa
Akan kutulis kisah tentangku dengan kertas beraroma busuk
Dengan tinta menyala menusuk mata
Dengan pilihan kata-kata hina

Jika mampu
Akan kuceritakan kisahku bak kisah laknat
Dengan kata-kata kutukan dan cacian
Disisipi doa agar tak ada yang menirunya

Jika sempat
Akan kulukis diriku dalam sapuan kuas pemabuk
Dengan goresan panjang dan dalam
Membentuk wujud hina nan mengerikan
Aku adalah manusia lemah
Dengan gelimang kesombongan
Kesombongan yang nyata-nyata milik Tuhan
Diaku-aku sepenuh hati oleh iblis

Tidak,
Aku tidak akan bicara ikut-ikutan seperti Tuhan
Atau koar-koar takut padanya
Karena di sanalah benih kesombongan

Jika bisa,
Jika mampu
Dan jika sudi,
Aku akan mengaku sebagai iblis
Padahal bisa jadi aku lebih terkutuk darinya
Namanya saja mengaku-aku

Jika bisa
Jika mampu
Dan jika sempat
Akan kubunuh kesombonganku sejak saat itu berbentuk benih
Akan kuberangus media tanamnya
Akan kucerabut akarnya

Tapi siapalah aku?

Yang mungkin bisa kulakukan agar tidak sombong
Adalah membuat diriku tak mempunyai apa-apa untuk disombongkan
Tapi Tuhan maha pemberi
Diberinya aku banyak hal

Maka mungkin benar
Satu-satunya cara adalah…
Jika aku bisa,
Jika aku mampu
Dan jika aku sempat,
Aku menyaru menjadi iblis,
Menyaru bukan mengaku.

Sayangnya aku manusia,
Biasa-biasa saja pula.

(Ditulis sebagai penutupan hari di Tahun 2018, Sarotari Tengah, 30/12/ 2017).

Jhanes Harry (Foto: DOK. Pribadi)

*)Penulis adalah ASN di lingkup Pemda Flores Timur, Penggiat puisi dan sastra, Tinggal di Larantuka, Flotim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here