Beranda Headline Cara Paroki Laktutus, Atambua Berdayakan Ekonomi Umat

Cara Paroki Laktutus, Atambua Berdayakan Ekonomi Umat

183
0
Bibit kopi yang ditanam dan dibagikan ke uamt (Foto: Paroki Laktutus/Florespost)

FLORESPOST.co, Atambua – Tugas pastor utamanya memang melayani kebutuhan umat secara rohani. Tetapi tantangan yang dihadapi umat saat ini kian kompleks, terutama dari sisi ekonomi. Karena itu, Gereja juga memberikan perhatian pada upaya pemberdayaan ekonomi umatnya.

Itulah yang dilakukan Pater Yohanes Kristo Tara, OFM pastor Paroki Laktutus, Kesukupan Atambua, Kabupaten Belu, NTT. Salah satu upaya pemberdayaan ekonomi umat itu adalah dengan membagikan bibit kopi kepada umat. Umat diwajibkan menanam kopi minimal 100 pohon di kebunnya masing-masing.

Romo Kristo mengatakan program ini sudah mulai dilakukan sejak tahun lalu dan berlanjut hingga tahun 2018 ini. Tak hanya mewajibkan umatnya menanam kopi, paroki juga memberi contoh. Karena itu, pada Kamis (4/1/2018), Paroki menanam 12.000 anakan kopi di area seluas 5-6 hektare di bukit Laktutus. Bukit Laktutus merupakan hutan adat. Kopi-kopi ini nanti akan menjadi milik paroki.

Hadir pada kesempatan itu, Uskup Atambua Mgr Dominikus Saku, Pr; Deken Belu; Bupati Belu; SKPD Kabupaten Belu dan umat paroki Laktutus.

“Masih ada 30.000-an bibit yang akan dibagikan ke umat untuk tanam di kebun masing-masing. Mimpi besar kita, ke depan Laktutus bisa menjadi salah satu sentra pengasil kopi di Belu,”ujar Pater Kristo dalam keterangan yang diterma Florespost.co, Kamis malam (4/1/2017).

Pater Kristo menjelaskan program penanaman kopi ini merupakan bagian dari program Paroki Laktutus sebagai upaya untuk meningkatkan ekonomi umat sesuai dengan potensi lokal. Program ini juga merupakan terjemahan lanjutan dari Arah Dasar Keuskupan Atambua dengan fokus peningkatan ekonomi umat.

“Sejak tahun lalu, Paroki Laktutus menerjemahkan Arah Dasar Keuskupan ini melalui Budidaya Kopi sebagai salah satu program fokus. Umat diajak, dianimasi untuk mulai membangun kesadaran baru dalam meningkatkan ekonomi melalui budidaya tanaman jangka panjang sesuai potensi lokal, yakni kopi. Setiap kepala keluarga diwajibkan menanam kopi di kebun masing-masing, minimal 100 pohon,”ujarnya.

Program penanaman kopi ini kemudian dilanjutkan pada tahun 2018 ini. Untuk mengatasi ketersediaan bibit kopi, Paroki menggerakan umat untuk persemaian bibit sejak bulan Agustus 2017. “Saat ini masih ada sekitar 30-ribuan bibit kopi yang akan dibagikan kepada umat untuk ditanam di kebun masing-masing sepanjang bulan Januari,”ujarnya.

Pater Kristo mengatakan Gereja tentu tidak bisa menyelesaikan mimpi besar peningkatan ekonomi umat sendiri. Karena itu, baik Keuskupan maupun Paroki menjadikan pemerintah setempat sebagai mitra kerja.

“Bupati Belu sendiri amat antusias mendukung dan mengintervensi program-progam Gereja yang berkaitan dengan peningkatan ekonomi dan lingkungan hidup. Misalnya, tahun ini ada 3 paroki yang mendapat dana hibah dari Pemda untuk pembangunan Gereja. Tetapi sebagai kompensasinya, Gereja mesti melakukan sejumlah kegiatan pelestarian lingkungan hidup seperti reboisasi lahan kritis atau peningkatan ekonomi (tanam kopi). Karena itu, dalam kegiatan hari ini, Bupati dan SKPD hadir bersama gereja menanam kopi di bukit Laktutus,”pungkas Pater Kristo. (Ardianus Dandi/Florespost.co)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here