Menteri Susi Tampik Anggapan Kerjanya Hanya Tenggelamkan Kapal Pencuri Ikan

oleh
Menteri Susi Pudjiastuti. (Foto: Istimewa)

FLORESPOST.co, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti mengatakan sebagai lembaga negara yang mengurusi masalah kelautan dan perikanan, lembaganya memang sering menindak para pelaku pencurian ikan di wilayah Indonesia.

Akan tetapi Susi menampik anggapan yang mengatakan bahwa kementeriannya selama tiga tahun hanya bekerja menenggelamkan kapal pencuri ikan.

“Tidak benar kalau KKP itu selama tiga tahun kerjanya hanya tenggelamin kapal,” kata Menteri Susi di kantornya Jumat (12/1/2018) pagi.

Ia mengatakan selama ini data menunjukan stok ikan secara nasional selalu mengalami peningkatan. Meski demikian Menteri Susi mengakui adanya penurunan daya ekspor ikan Indonesia.

“Ekspor walaupun turun, tetapi jika dibandingkan dengan negara lain, (Indonesia) jauh lebih baik,” terang Susi.

Pada kesempatan tersebut menteri Susi mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak membicarakan hal-hal yang tidak perlu.

“Ayo kita move on dari persoalan yang membebani dan menjadi hal-hal yang tidak perlu, ke depan saatnya kita realisasikan program kerja kita,” pintanya.

Susi berpendapat terkait kasus penenggelaman kapal pencuri ikan yang dilakukannya sudah seringkali dibahas, karenanya hal tersebut tidak perlu diperpanjang lagi.

“Kita sekarang kerja untuk bagaimana caranya meningkatkan stok ikan, hasil tangkapan naik, budidaya naik, kesejahteraan nelayan meningkat,” ucapnya.

Penegasan serupa juga pernah diutarakan oleh Presiden Joko Widodo. Pada Rabu kemarin. Kepala Negara mengatakan bahwa penenggelaman kapal asing tersebut merupakan bentuk penegakan hukum yang akan menimbulkan efek jera bagi para pelanggar, sekaligus menunjukkan kepada dunia soal kesungguhan Indonesia.

“Penenggelaman ini bentuk law enforcement yang kita tunjukkan bahwa kita tidak main-main dengan illegal fishing. Oleh sebab itu yang paling seram ya ditenggelamkan untuk efek jera,” ujar Jokowi di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

Meski demikian, selain mendukung upaya penegakan hukum terhadap pencurian ikan di wilayah Indonesia, Jokowi  juga sependapat dengan apa yang disebutkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan.

Sebelumnya, keduanya berpendapat bahwa kini sudah saatnya bagi Indonesia untuk mulai mengejar peningkatan nilai ekspor perikanan. (Antonius Rahu/Florespost.co)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *