Yoseph Tote: Urusan Pupuk Subsidi Kewenangan Provinsi

oleh
Aktivis SRMI dan GERTAK saat sedang mengadakan aksi di depan Kantor Bupati Matim, NTT. FOTO: Mulia Donan/Flores Post.

FLORESPOST.co, Borong – Bupati Manggarai Timur, NTT, Yoseph Tote, mengatakan urusan pupuk subsdi bukan kewenangan pemerintah kabupaten tetapi pemerintah provinsi.

Hal itu disampaikan Yoseph Tote menanggapi demonstrasi Serikat Masyarakat Miskin Indonesia (SRMI) dan Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERTAK) asal Desa Pan Leleng, Kecamatan Kota Komba,Matim, NTT.

Dua kelompok ini menggelar demo di DPRD dan kantor bupati Manggarai Timur, Kamis (11/1/2018) kemarin. Merka juga berdilaog dengan bupati Yoseph terkait kelangkaan pupuk ini.

“Terkait urusan pupuk subsidi yang beredar di wilayah Manggarai Timur itu tidak diurus oleh Pemda Manggarai Timur. Hal itu menjadi kewenangan Provinsi Nusa Tenggara Timur termasuk pendistribusiannya”, kata Tote saat dialog itu.

Namun, meski demikian, Yoseph berjanji pemda Manggarai Timur tidak lepas tangan dengan masalah ini.

“Kami terima semua aspirasi masyarakat dan kami akan tindaklanjuti sesuai kondisi dan ketentuan yang berlaku,”ungkapnya.

Terpisah, Kadis Pertanian Manggarai Timur, Sil Djerabat, mengatakan pihaknya siap menampung semua aspirasi masyarakat terkait kelangkaan pupuk untuk disampaikan kepada pihak yang bertanggungjawab terkait pupuk subsidi.

Menurut Djerabat, penyaluran pupuk subsidi ke wilayah Kabupaten Manggarai Timur tidak bertambah, malah cendrung berkurang.

Ada pun kuota pupuk di wilayah Manggarai Timur, menurut dia adalah urea sebesar 2.130 ton untuk satu tahun; SP36 sebesar 505,4 ton; Za  sebesar 146 ton; NPK  sebesar 816 ton; Fulkanik sebesar 229 ton.

Baca: Pupuk Langka, Aktivis SRMI dan GERTAK Datangi Kantor Bupati dan DPRD Manggarai Timur

Namun, kata Djerabat,sering terjadi reakolasi kuota pupuk yang menyebabkan adanya kelangkaan.

Pada bulan November, mislanya, alokasi pupuk urea mengalami pengurangan dari 2.130 ton menjadi 1.900 ton. “Jadi ini yang menyebabkan petani mengalami kelangkaan pupuk,”ujarnya. (Mulia Donan/Florespost.co)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *