Beranda Headline Mengenal Dr Jan Riberu, Tokoh Pendidikan dan Politisi Senior Asal NTT

Mengenal Dr Jan Riberu, Tokoh Pendidikan dan Politisi Senior Asal NTT

283
0
Dr Jan Riberu

FLORESPSOT.co – Di usia yang yang 86 tahun, pada tahun ini, Jan Riberu meluncurkan sebuah buku berjudul “Pergulatan Pemikiran Dr Jan Riberu: Pendidikan, Realasi Agama-Negara dan Pancasila”.

Buku yang diluncurkan di Jakarta pada Sabtu (27/1) ini berisi biografi singkat dan sejumlah artikel yang pernah ditulis Dr Jan selama dia masih aktif baik di dunia pendidikan maupun politik.

Baca: Tokoh Pendidikan, Dr Jan Riberu Luncurkan Buku “Pendidikan, Relasi Agama-Negara dan Pancasila

Nama lengkapnya, Joanes Riberu, dilahirkan di Nunukae,  Nagekeo, Flores, NTT, 27 Juni 1931.

Ia memulai pendidikan di Sekolah Desa tiga tahun di kampung Deru, Nagekeo. Memiliki keinginan sangat kuat untuk menjadi guru seperti ayahnya, ia kemudian melanjutkan pendidikan ke Schakelschool di Ndao, Ende (1940). Ketika sekolah ini ditutup Jepang, ia pindah ke Vervolgschool (VVS) di Mataloko (1942); kemudian melanjutkan ke Seminari St. Johanes Berchmans Mataloko (1945-1951).

Pendidikan filsafat dan teologia yang mengantarnya ditahbiskan sebagai seorang imam atau pastor Katolik, dijalaninya di Seminari Tinggi Ledalero di Kabupaten Sikka (1952-1959).

Ia kemudian melanjutkan studi di Universitas Salesiana, Roma, Italia dan meraih gelar Licentiat, sama dengan S2 (1960-1963); dan kemudian meraih gelar Ph.D dengan predikat sangat istimewa  di universitas yang sama (1965).

Setelah meraih gelar Ph.D dari Universitas Salesiana, ia kembali dan mengajar di almamaternya Seminari Tinggi Ledalero (1965-1969). Selain di Ledalero, ia juga mengajar di IKIP Malang cabang Kupang di Ende. Tahun 1969, ia memutuskan berhenti sebagai seorang imam.

Sejak 1969 hingga pensiun di tahun 2012, suatu kurun waktu selama 43 tahun, ia mengarungi kehidupan di Jakarta dan menjalani peran penting di bidang pendidikan, organisasi keagamaan (Katolik) dan juga politik.

Di bidang pendidikan, ia pernah menjabat Pembantu Rektor, Rektor dan Dekan di beberapa Fakultas di Unika Atma Jaya Jakarta (1969-1987); dosen tetap Fakultas Sastra Universitas Indonesia; dosen tidak tetap Unika Atma Jaya Jakarta, IKIP Negeri Jakarta, UKI, Akademi Kateketik, Akademi Sekretari Tarakanita dan Pusat Pembinaan Mental (Pusbintal) ABRI; anggota pengurus Yayasan Pendidikan dan Pembinaan Manajemen—YPPM (1978); aktif penuh di PPM sejak 1997; lalu menjadi Sekretaris Pengurus merangkap Administrator PPM (2006-2012).

Di organisasi keagamaan (Katolik), ia mulai terlibat aktif sejak 1974, ketika dipercaya menjadi Kepala Departemen Dokumentasi dan Penerangan (Dokpen) Majelis Agung Waligereja Indonesia (MAWI). Ia praktis jadi Jubir MAWI yang tak tergantikan, merangkap Wakil Ketua Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) dan anggota Sekjen MAWI (1974-1986); Ketua Umum ISKA—Ikatan Sarjana Katolik (1974-1991); anggota Pimpinan Pusat  ICMICA—Cendekiawan Katolik Sedunia (1974-1982); anggota Pimpinan Pusat OIEC—Organisasi Pendidikan Katolik Internasional (1978-1982); penggagas sekaligus penggerak PNUKI – Pertemuan Nasional Umat Katolik Indonesia (1984).

Kiprah di bidang politik diawali dengan aktif di SOKSI – Serikat Organisasi Karyawan Swadiri (1986); menjadi anggota DPR/MPR dari Golongan Karya (1987-1997). Selama 10 tahun sebagai anggota DPR, ia menjadi juru bicara Komisi Pendidikan. Selain di Komisi Pendidikan, ia juga menjadi anggota kerjasama antarparlemen, baik dengan Parlemen Eropa, maupun dengan Parlemen ASEAN.

Dr. Jan Riberu sering diminta menjadi pembicara mengenai  berbagai topik permasalahan dalam seminar-seminar yang diselenggarkan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Beberapa topik yang disampaikannya dalam seminar, kemudian diterbitkan sebagai buku atau bagian dari buku di antaranya, Our Understanding of Social Justice  (seminar di Singapura, 1974);  Modified Emphasis Which Benefit Development, (seminar ASEAN di Jakarta, 1978); A National Identity in Process: Indonesian Experience (seminar di Den Haag, Belanda,1990);  Die Menschenrechte und die Pancasila-Lebensanschauung der Indonesier  (seminar di Bonn, Jerman,1991).

Reporter : PTT | Editor : PTT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here