Nekad Merantau ke Bali, Gadis Remaja Asal Wangkung, Manggarai, 5 Hari Tidur di Jalanan

oleh
Veronika Malus (kanan) ketika berdialog dengan satgas Flobamora Bali (Foto: Istimewa/Florespost)

FLORESPOST.co, Denpasar,  Merantau memang tidak selamanya indah. Kita harus rela hidup susah bahkan sampai tidak makan dan tidur di jalanan,  apa lagi jika tidak memiliki kenalan atau saudara di tanah rantau.

Hidup bagaikan neraka kecil dan sangat nyata. Itulah yang dialami oleh Veronika Malus,   gadis remaja  usia 18 tahun asal Wangkung, Kabupaten Manggarai.

Nekad merantau ke Bali,  ternyata membuatnya menderita. Ia bahkan sudah lima hari tidur di jalanan di pangkalan Bus.

Beruntung tim satgas Flobamora Bali sebagai diaspora NTT di Bali menemukan gadis malang itu, yang akhirnya mempertemukan Veronika dengan keluarga dan kerabat sesama Manggarai di Bali.

Menurut pengakuan Yohanes Mote Ngago,   salah seorang Satgas Flobamora yang ikut menyelamatkan Veronika, peristiwa itu berawal dari dirinya yang mendapatkan kabar di group chat WA Flobamora Bali pada Jumat (9/2/2018) sore, bahwa ada seorang gadis asal Manggarai yang sudah lima hari tidur di jalanan.

“Sekitar pukul 16:09 Wita, saya langsung menuju ke TKP,  yang terletak di Jalan Raya Sesetan Denpasar untuk memastikan informasi tersebut,”katanya kepada Florespost.co Sabtu (10/2/2018) pagi.

Benar saja sesampainya di lokasi,  kata Yohanes,  ia menemukan seorang gadis yang tengah duduk di salah satu bengkel sepeda motor milik Dewa di Jalan raya Sesetan Denpasar.

“Saya menghampirinya dan menanyakan nama dan asalnya. Dia pun menjawab dengan dialeg yang tidak bisa saya pungkiri lagi bahwa saudari kita ini dari Manggarai,”kisahnya.

Karena merasa penasaran, kata Yohanes,  ia pun menanyakan lebih jauh tentang identitas Veronika,  yang teryata tidak memiliki KTP.

“Saya bertanya kapan sampai di Bali jawabnya sudah 5 hari dan tidur di setiap pangkalan Bus, dan tidak memiliki KTP, dan nomor ponsel saudaranya yang ada di Bali, “kata satgas asal Ngada ini.

Setelah beberapa lama berkomunikasi dengan Veronika Malus,  kata Yohanes,  beberapa anggota  satgas Flobamora lainnya juga tiba di lokasi.

“Saya juga berusaha menelepon langsung dengan Saudara Yulius dari Manggarai tapi beliau lagi dalam perjalanan dari Singaraja,”tambahnya.

Setelah beberapa saat Maksi yang berasal dari kampung Wangkung Manggarai juga tiba di lokasi untuk menemui gadis itu.

“Veronika akhirnya diantar pulang oleh Maksi menuju kosnya, “tambah Yohanes.

Menurut pengakuan Veronika,  selama ini dia diberi makan oleh Dewa pemilik bengkel tersebut.

Ardy Ganggas selaku ketua Ikatan Keluarga Manggarai Bali mengapresiasi tim satgas Flobamora Bali yang telah menyelamatkan nyawa gadis belia asal Manggarai itu.

“Apresiasi atas kebersamaan Keluarga Besar Flobamora Bali. Dengan jejaring atau relasi yang baik antar unit Suka Duka Flobamora Bali sangat membantu berbagai hal dalam menghadapi suka duka,”kata Ardy Ganggas.

Hal tersebut, menurut Ardy,  sangat terlihat ketika Veronika Malus dinyatakan pergi tanpa pamit seketika itu menjadi viral di komunitas Ikatan Kelurga dan Flobamora Bali.

Untuk itu, Ardy berharap kedepan persatuan antara sesama warga perantau asal NTT di Bali bisa dipelihara.

“Kiranya kedepan kekuatan ini senantiasa terus di galang & dipelihara, dirawat,”harapnya.

Reporter : Antonius Rahu |Editor : PTT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *